Wednesday, 22 May 2019

Keseruan Masa Kecilku Saat Bulan Ramadhan

Tanpa terasa Ramadhan sudah memasuki hari ke-17, sepertinya sayang sekali ya jika melewatkan bulan suci ini berlalu begitu saja. Nah, mumpung masih ada sisa waktu hingga menjelang hari kemenangan nanti, alangkah menyenangkan jika kita bisa memaksimalkan ibadah demi mendapatkan amal dan pahala yang berlipat ganda.

Berhubung memang masih dalam suasana Ramadhan, aku jadi teringat nih bagaimana perbedaan antara Ramadhan di masa sekarang dengan Ramadhan di masa aku masih kecil.  Jika dikenang kembali, jadinya malah timbul rasa kangen dan lucu karena memang banyak sekali yang khas saat itu dan tidak bisa aku lakukan lagi setelah beranjak dewasa. Walaupun rata-rata tampak sederhana, namun kegiatan-kegiatan masa kecilku dulu jadi bisa dijadikan pedoman untuk membandingkannya dengan kegiatan anak-anakku kelak. Penasaran seperti apa saja keseruan Ramadhan di masa kecilku ? Simak yuk uraiannya berikut ini.

1. Sahur Masih Dalam Keadaan Mata Terpejam
Rasanya seru sih jika di bulan Ramadhan mendapati pertanyaan bagaimana puasanya dan kita menjawab puasanya tidak bolong-bolong alias belum ada yang batal. Pokoknya rasanya bangga sekali kala itu. Makanya supaya terlihat kuat dan badan tidak lemas, bangun untuk sahur adalah suatu keharusan, tapi pada kenyataannya tetap harus dibangunkan oleh orang tua berkali-kali dengan rasa kesal dan enggan untuk membuka mata. Alhasil saat sahur, mata seringkali masih dalam keadaan terpejam walaupun makan dan minum tetap diupayakan berjalan sampai perut cukup kenyang.

2. Waktu Imsak dan Subuh Menjadi Ajang Kumpul Bersama Teman
Memang sih bangun untuk sahur rasanya berat sekali, tapi saat rombongan teman sudah mulai terlihat berkumpul dari luar rumah dan keramaian jelang imsak hingga waktunya salat subuh berjamaah di mesjid mulai terdengar, mata malah langsung terbuka lebar. Akhirnya, yang semula santap sahurnya ogah-ogahan, setelah waktu sahur hampir berakhir matanya jadi tampak segar karena ingin secepatnya bertemu dan bermain bersama teman-teman sekomplek di lingkungan tempat tinggal setelah selesai santap sahur. 

3. Sempat Curi-curi Waktu Makan atau Minum
Dulu waktu mau beranjak ke Sekolah Dasar, aku sempat belajar puasanya dengan cara setengah hari. Jadi, aku tetap sahur kemudian berpuasa hingga siang hari pukul 12 tepat, lantas aku berbuka puasa seperti makan dan minum dengan durasi waktu 1 jam saja. Seselesainya, aku kembali berpuasa hingga bedug magrib tiba. Nah, setelah yakin bisa puasa secara full layaknya orang dewasa, pada kenyataannya aku terkadang masih curi-curi makan atau minum di sekolah. Wah, lucu rasanya jika ingat masa kecilku di bulan Ramadhan berlaku seperti ini. 

4. Sekolah Libur Selama Bulan Ramadhan
Sempat pula kurasakan sekolah libur selama bulan Ramadhan. Setiap selesai salat subuh di mesjid, aku dan rombongan teman-teman malah asik bermain menghabiskan waktu bersama hingga sinar matahari semakin terik yang menandakan kita harus pulang ke rumah masing-masing. Untuk mengisi kekosongan lain di rumah karena tidak ada kegiatan belajar, aku pun akhirnya dipanggilkan guru mengaji yang datang ke rumah pada siang hari. Selesai mengaji, waktu yang tersisa jadi dihabiskan dengan menonton acara televisi yang kebanyakan tentang Ramadhan dan mendidik kemudian dilanjutkan dengan tidur siang hingga sore hari sebelum tiba waktu berbuka puasa. 

Ramadhan dipenuhi dengan kegiatan mengaji

5. Ikut Ngabuburit Mencari Takjil ke Pasar
Paling seru jika diajak ke pasar saat puasa di sore harinya. Suasana ramai dan semangat orang-orang yang mengantri membeli hidangan persiapan berbuka puasa tidak pernah aku lupakan. Terkadang, jika semua makanan dan minuman yang dijual terlihat segar dan nikmat, ingin rasanya aku minta dibelikan semuanya kala itu. Tapi pada akhirnya selalu dilarang supaya tidak berbuka secara berlebihan dan juga tidak berlaku boros. 

6. Rajin Taraweh Demi Mengisi Rangkuman Penceramah
Hayoooo, siapa yang sama sepertiku rutin mendapatkan buku agenda kegiatan di bulan Ramadhan dari sekolah ? Jangan-jangan saat taraweh kamu hanya semangat untuk bertemu teman-teman, dan ketika ceramah dimulai malah sibuk bercanda gurau bukannya menyimak penceramah ?. Hehe, kalau aku sih seperti itu, makanya tidak heran jika sebagian besar agenda untuk mengisi rangkuman ceramahnya dibuat secara mendadak. Aku harus mengarang indah atau melihat hasil tulisan dari temanku.

Agenda di Bulan Ramadhan, Intisari Ceramah

7. Belanja Baju Lebaran 
Menyenangkan jika semasa kecil selalu disempatkan untuk membeli baju lebaran. Ketika itu orang tua biasanya mengajakku serta kakak dan adik membeli baju lebaran yang dapat dipilih masing-masing. Walaupun demikian, kami tetap diajarkan untuk berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan baik itu berupa uang dari tabungan maupun barang-barang kebutuhan sehari-hari. 

8. Malam Takbiran, Waktunya Mudik
Ritual mudik semasa kecil hampir tiap tahun dilakukan, baik dengan berkendara mobil maupun dengan naik kereta api. Senang rasanya menyiapkan segala keperluan yang perlu dibawa dalam perjalanan seperti makanan dan minuman ringan, tikar untuk dipakai lesehan di tempat peristirahatan, radio atau seperangkat alat karaoke, pokoknya semua barang disiapkan seolah-olah akan melakukan piknik. Aku paling suka jika mudik dengan berkendara mobil karena biasanya akan singgah ke tempat-tempat yang tidak pernah didatangi sebelumnya. Kemacetan orang-orang mudik yang hanya terjadi setahun sekali terkadang masih terjadi hingga saat ini dan menurutku memang lumrah.

Nah, begitulah nostalgia dan keseruanku saat bulan Ramadhan ketika masih kecil yang tidak akan pernah terlupakan. Rasanya semuanya terkesan menyenangkan tapi ada juga loh dukanya karena keluargaku dulu sempat juga mengalami kecurian barang-barang berharga saat meninggalkan rumah ketika mudik. Walaupun akhirnya orang tua berserah diri dan iklas, namun itulah pengalaman masa kecilku di bulan Ramadhan, ada suka maupun duka. 

Bulan Ramadhan memang selalu membawa suasana menjadi berbeda dan tentu akan selalu dirindukan dari masa ke masa. Selamat menjalankan ibadah puasa ya, semoga ibadah kita semua di bulan Ramadhan ini lancar dan diridhoi oleh Allah SWT. 


1 comment:

Peralatan Tempur Wajib Dibawa Saat "New Normal" Akibat Corona

Corona atau covid-19 yang sudah dinyatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pandemi telah membuat perubahan drastis terutama d...