Thursday, 23 May 2019

Mengejar 6 Amalan di Bulan Ramadhan

Keistimewaan Bulan Ramadhan

Keutamaan bulan Ramadhan adalah pintu ampunan yang dibuka seluas-luasnya dan pahala yang dilipatgandakan kepada para umat-Nya. Oleh sebab itu, sungguh sayang jika kamu tidak beribadah lebih rajin pada saat-saat seperti ini.

Dengan keistimewaannya yang hanya setahun sekali, maka amalan yang bisa kamu peroleh juga lebih banyak dibandingkan bulan-bulan lainnya dan diharapkan agar kesempatan ini tidak disia-siakan.

Berikut ini adalah 6 amalan yang perlu kamu lakukan agar ibadah puasamu diberikan keberkahan. Yuk, simak uraian dan manfaatkan kesempatan ini.

1. Sahur dan Berpuasalah 
Memang para ulama setuju dan berpendapat bahwa hukum sahur adalah sunnah sehingga tanpa sahur sebenarnya puasa tetap bisa dijalankan. Namun jika kamu mengetahui beberapa hadis bahwa sahur itu dikatakan barokah atau makanan sahur adalah makanan yang diberkati, maka ada baiknya sahur jangan ditinggalkan walaupun hanya dengan minum seteguk air. 

Begitu pula dengan puasa, tidak hanya untuk memperoleh pahala melainkan pada Ramadhan ini dengan berpuasa ternyata juga bisa menghapuskan dosa-dosa di masa lalu. Sekaligus diperhatikan pula untuk jangan menunda-nunda waktu berbuka puasa setelah mendengarkan suara azan karena diutamakan agar kamu segera berbuka puasa walaupun hanya dengan minum seteguk air atau  makan buah kurma.

2. Membaca Al Quran 
Disunnahkan untuk meluangkan membaca Al Quran, ilmu keagamaan, shalawat, dan zikir-zikir. Jika kamu membaca Al Quran di bulan Ramadhan, maka akan lebih terasa spesial karena Al Quran memang diturunkan pada bulan Ramdhan. Bahkan di bulan Ramadhan, satu huruf Al Quran yang dibaca dihitung sebagai satu kebaikan.

3. Perbanyak Sedekah 
Bagi setiap umat muslim, bersedekah adalah hal yang dianjurkan untuk membersihkan harta. Oleh karena itu, jika bersedekah semakin diperbanyak di bulan Ramadhan maka kamu pun dapat menambah kualitas ibadah karena pahala yang diberikan Allah SWT juga berlipat ganda serta akan dipermudah jalanmu menuju surga.

4. Memberi Makan Orang Berbuka
Tidak hanya bersedekah berupa uang, kamu pun akan mendapat amalan yang sangat besar jika mampu memberi makan orang berbuka puasa baik hanya sebutir kurma atau seteguk air. Bahkan lebih baik lagi jika memberi makan yang cukup mengenyangkan.

5. Salat 5 Waktu dan Salat Malam
Salat 5 waktu adalah tiang agama. Jika kamu melaksanakannya secara tepat waktu terutama di bulan Ramadhan tentu amalan ibadahmu juga akan berlipat ganda dan lebih berkah dibandingkan seribu rakaat di bulan-bulan lainnya.

Amalan lainnya di bulan Ramadhan adalah salat malam seperti taraweh, witir, maupun tahajud. Seperti sabda Nabi Muhammad SAW berdasarkan HR Bukhari dan Muslim, dinyatakan bahwa barang siapa yang salat malam karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah SWT maka dikeluarkan segala dosanya sebagaimana kamu baru dilahirkan oleh ibumu.

6. Zakat Fitrah 
Amalan puasa kamu di bulan Ramadhan ini akan lebih sempurna dengan zakat fitrah. Zakat fitrah wajib dilakukan oleh setiap umat muslim yang berguna untuk menutupi segala kesalahan dalam berucap maupun perbuatan yang sia-sia.

Nah, demikianlah 6 amalan yang dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT di bulan Ramadhan. Sesungguhnya masih banyak sekali amalan lainnya jika kamu memang berlomba-lomba berbuat kebaikan demi meningkatkan ketakwaan dan memperoleh pahalaNya. Maka sudah seharusnya sebagai umat muslim untuk dapat memanfaatkan kesempatan ini dan lebih menyempurnakan ibadahnya.  Yuk, sama-sama raih keutamaan Ramadhan karena belum tentu dapat kita nikmati di tahun-tahun berikutnya.



Wednesday, 22 May 2019

Pengalaman Mudik Paling Berkesan



Tanpa terasa Ramadhan sudah memasuki hari ke-18 pertanda lebaran tak lama lagi akan tiba. Jika hari kemenangan sudah semakin dekat, sejak kecil aku paling menanti-nantikan malam takbiran di kampung halaman orang tuaku. Selain niat merayakan hari lebaran dan bermaaf-maafan, mudik juga sangat ampuh untuk mengobati rasa kangen dengan suasana kampung halaman.

Papaku yang berasal dari Purworejo sedangkan mamaku dari Klaten membuat mudik sebisa mungkin dilakukan setiap tahunnya agar kami dapat merayakan hari lebaran bersama keluarga di kampung halaman mereka. Kami lebih sering mudik dari Jakarta ke daerah Jawa Tengah dengan mengendarai mobil pribadi, baik itu dilakukan hanya oleh keluarga inti saja maupun bersama seluruh keluarga besar secara konvoi, yakni rombongan mobil keluarga masing-masing yang berjalan saling beriringan.

Ngomongin masalah  mudik, aku ada nih pengalaman mudik yang paling berkesan yakni lebaran tahun 2011. Alasannya karena mudik kala itu walaupun masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya yang kebanyakan menggunakan kendaraan pribadi, tapi juga merupakan mudik pertamaku tidak hanya sebagai penumpang melainkan harus rela menggantikan papaku menyetir.


Kemacetan Membuatku Terlatih dan Terampil Menyetir

Mudik ke daerah Jawa Tengah dengan berkendara sebenarnya bukan sekali atau dua kali saja dilakukan oleh keluarga besarku. Lebaran tahun 2011, aku yang telah lulus kuliah dan kebetulan telah memiliki sim A untuk pertama kalinya turut berpartisipasi menyetir secara bergantian ke kampung halaman. Saat itu, kebetulan yang mudik dari Jakarta tidak dilakukan secara konvoi seluruh keluarga besar melainkan hanya keluarga inti saja seperti papa, mama, aku dan adikku dikarenakan tidak dapat mencocokkan hari keberangkatan satu sama lainnya dan ada pula beberapa keluarga yang memutuskan naik kereta api. Sedangkan kakakku dan suaminya akan menyusul dengan kendaraan mereka karena tinggal di daerah Bandung.

Aku dan keluargaku mudik sekitar 2 hari sebelum malam takbiran, jadi sudah dapat dipastikan jika arus kemacetan yang diprediksikan akan sangat dasyat menjelang hari lebaran. Awalnya, aku agak cemas karena perjalanan ini adalah jalur terpanjangku dalam menyetir mobil ke luar dari Jakarta. Namun, papaku meminta tolong dan mempercayakanku untuk menggantikannya agar perjalanan tetap dapat dilakukan tanpa perlu singgah menginap ke tempat peristirahatan. Alhasil, saat itulah aku paham jika mudik sebagai pengendara dibutuhkan stamina yang cukup kuat serta ketajaman mata karena jalanan pedesaan rata-rata masih kurang penerangan, ditambah lagi padatnya kendaraan, dan sempitnya jalan-jalan setelah keluar dari jalan tol.

Setelah segala persiapan mudik seperti koper perlengkapan menginap, makanan, minuman, obat-obatan dan sebagainya telah rapi, kami memutuskan berangkat setelah subuh melalui jalur utara karena ingin bermalam takbiran di Klaten terlebih dahulu baru pulangnya melalui jalur selatan sekalian bisa singgah ke kampung halaman papaku di Purworejo. Diawali dengan papa yang menyetir karena kondisi dari rumah masih segar sebelum harus mulai perang melawan kemacetan saat mudik. Walaupun papa usianya sudah 50-an tahun, tapi beliau hingga saat ini tetap aktif menyetir walaupun matanya telah rabun jauh. Makanya aku memutuskan menggantikannya menyetir lebih banyak di malam hari, apalagi syukurnya kondisi mataku normal sehingga kurasa penglihatanku di saat gelap akan jauh lebih baik.

Setelah melewati Karawang dan Purwakarta, jalanan terlihat semakin padat bahkan barisan mobil yang terdiam beberapa lama bisa panjang sekali di jalan-jalan utama. Kami memutuskan untuk tidak perlu berpuasa saat mudik demi perjalanan yang berkualitas, tidak dehidrasi saat harus berlama-lama di dalam mobil bermacet-macetan pada siang hari, lebih aman karena dijauhkan dari serangan pusing atau mual, dan sebagainya. Tentu saja nantinya kami wajib mengganti puasa yang batal tersebut selama mudik.

Oiya, dalam perjalanan ketika masuk rest area, antriannya membuatku geleng-geleng kepala, apalagi antrian ke toilet umum sudah dipastikan sangat membludak sehingga diharapkan bagi yang ingin  mudik dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan sewa agar setiap sekitar 2 jam sekali diupayakan mampir ke tempat-tempat istirahat sekedar untuk ke toilet atau membeli makanan atau minuman. Terjebak dalam kemacetan merupakan hal yang wajar saat mudik, makanya sebisa mungkin beristirahatlah yang cukup secara bergantian sambil menikmati momen macet selama mudik yang hanya dapat dinikmati setahun sekali.

Setiap beberapa jam berselang dan bergantian menyetir, biasanya durasi waktu hingga tujuan akhir tanpa harus menginap bisa sekitar 15-24 jam tergantung dengan kondisi kemacetannya dan berapa banyak kamu berhenti singgah beristirahat atau sekedar makan, minum, atau belanja. Mungkin karena sudah terbiasa begadang dan aku juga sangat menikmati mudik setiap tahunnya dengan mengendarai mobil, jadi tak kurasakan kesulitan malahan cukup senang karena aku jadi memiliki pengalaman menyetir ke daerah-daerah menuju kampung halaman orang tua. Aku jadi tambah percaya diri dalam menyetir bahkan saudara-saudaraku juga turut memujiku karena pertama kalinya aku berani mengendarai mobil di jalanan yang curam penuh tikungan, sempit, dan padat mobil orang-orang yang sama-sama tidak sabaran ingin cepat-cepat sampai ke tujuan akhir.

Sibuk Berburu Oleh-oleh 
Selepasnya dari Indramayu menuju Cirebon, Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Salatiga, Magelang hingga tujuan akhir di Klaten, disitulah papa dan aku mulai teratur bergantian dalam menyetir. Bergantian istirahat membuat rasa kantuk cukup teratasi namun rasa pegal di bagian kaki adalah yang paling menonjol karena mobil yang kami kendarai bukan mobil matic yang seharusnya lebih nyaman jika macet. Tak hanya itu, mata juga turut terasa kurang nyaman karena harus selalu fokus demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di jalan.

Berhubung sudah memasuki daerah-daerah yang jauh dari ibukota, kesukaanku adalah lebih mengenali logat bahasa, makanan atau barang-barang dari daerahnya masing-masing. Contohnya saat di Brebes kami selalu menyempatkan belanja telur asin. Aku senang dengan suasana baru karena Brebes dan Tegal rata-rata logat bahasa ngapak atau memiliki ciri khas yang agak keras tidak sehalus daerah mamaku di Klaten mendekati Solo sehingga kudengar cukup seru dan unik. Selanjutnya tak lupa berburu batik khas Pekalongan, atau jika masih sempat agar dapat mengunjungi kuliner-kuliner lainnya yang terkenal di daerah masing-masing.

Demi memiliki pengalaman mudik yang menyenangkan dan melupakan penatnya kemacetan, kami selalu menyempatkan berhenti di setiap toko-toko tertentu sekedar untuk melihat-lihat atau langsung membeli oleh-oleh khas daerahnya. Itulah mengapa aku sangat menyukai mudik karena bisa sekaligus berbelanja barang-barang unik dan seru juga melihat suasana baru yang lain dan jauh dari kesan perkotaan.

Suasana Malam Takbiran di Kampung Halaman Orang Tua
Beruntung sekali selama ini mudik menggunakan kendaraan pribadi selalu sempat menikmati malam takbiran di rumah eyang di Klaten. Kala itu keluarga besar rata-rata pasti berkumpul apalagi usia eyang yang sudah sangat sepuh sebelum akhirnya sekarang telah almarhum.

Biasanya kegiatan mudik dijadikan ajang silahturahmi karena anak-anak dan cucu-cucu eyang yang tinggalnya sudah berpencar ke kota-kota di pulau Jawa maupun luar pulau Jawa. Kebanyakan saat malam takbiran, keluarga besar akan berkumpul bersama saling meminta doa restu agar pekerjaan dan kehidupan di perantauan berlangsung baik dan lancar, begitu pula denganku. 

Nah, setelah lebaran hari ke-2, kami keluarga inti langsung pamit melanjutkan mudik selanjutnya melalui jalur selatan karena harus singgah ke kampung papa di Purworejo. Kisah mudik melalui jalur utara maupun selatan untuk memaksimalkan libur lebaran serta menikmati singgah ke beberapa daerah menuju kampung halaman orang tua adalah pengalaman seruku selama mudik.

Oiya, terakhir kali aku mudik mengunjungi rumah eyang adalah setelah aku menikah. Sejak memiliki anak bahkan hingga sekarang usianya beranjak 4 tahun, aku beserta suami dan anak belum pernah memiliki kesempatan mudik bersama dengan berkendaraan pribadi maupun dengan transportasi umum lainnya. Jika mudik dengan membawa anak, kira-kira bakal ada kisah seru lainnya tidak ya ?. Semoga next time aku diberikan kesempatan itu dan bisa menceritakan kisah mudik selanjutnya bersama suami dan anak. 

Begitulah kira-kira pengalaman mudik pada tahun 2011 yang menurutku paling berkesan dan tentu akan selalu kurindukan karena masih berstatus single dan belum memiliki suami dan anak seperti sekarang. Lalu, cerita mudikmu bagaimana ?.




Keseruan Masa Kecilku Saat Bulan Ramadhan

Tanpa terasa Ramadhan sudah memasuki hari ke-17, sepertinya sayang sekali ya jika melewatkan bulan suci ini berlalu begitu saja. Nah, mumpung masih ada sisa waktu hingga menjelang hari kemenangan nanti, alangkah menyenangkan jika kita bisa memaksimalkan ibadah demi mendapatkan amal dan pahala yang berlipat ganda.

Berhubung memang masih dalam suasana Ramadhan, aku jadi teringat nih bagaimana perbedaan antara Ramadhan di masa sekarang dengan Ramadhan di masa aku masih kecil.  Jika dikenang kembali, jadinya malah timbul rasa kangen dan lucu karena memang banyak sekali yang khas saat itu dan tidak bisa aku lakukan lagi setelah beranjak dewasa. Walaupun rata-rata tampak sederhana, namun kegiatan-kegiatan masa kecilku dulu jadi bisa dijadikan pedoman untuk membandingkannya dengan kegiatan anak-anakku kelak. Penasaran seperti apa saja keseruan Ramadhan di masa kecilku ? Simak yuk uraiannya berikut ini.

1. Sahur Masih Dalam Keadaan Mata Terpejam
Rasanya seru sih jika di bulan Ramadhan mendapati pertanyaan bagaimana puasanya dan kita menjawab puasanya tidak bolong-bolong alias belum ada yang batal. Pokoknya rasanya bangga sekali kala itu. Makanya supaya terlihat kuat dan badan tidak lemas, bangun untuk sahur adalah suatu keharusan, tapi pada kenyataannya tetap harus dibangunkan oleh orang tua berkali-kali dengan rasa kesal dan enggan untuk membuka mata. Alhasil saat sahur, mata seringkali masih dalam keadaan terpejam walaupun makan dan minum tetap diupayakan berjalan sampai perut cukup kenyang.

2. Waktu Imsak dan Subuh Menjadi Ajang Kumpul Bersama Teman
Memang sih bangun untuk sahur rasanya berat sekali, tapi saat rombongan teman sudah mulai terlihat berkumpul dari luar rumah dan keramaian jelang imsak hingga waktunya salat subuh berjamaah di mesjid mulai terdengar, mata malah langsung terbuka lebar. Akhirnya, yang semula santap sahurnya ogah-ogahan, setelah waktu sahur hampir berakhir matanya jadi tampak segar karena ingin secepatnya bertemu dan bermain bersama teman-teman sekomplek di lingkungan tempat tinggal setelah selesai santap sahur. 

3. Sempat Curi-curi Waktu Makan atau Minum
Dulu waktu mau beranjak ke Sekolah Dasar, aku sempat belajar puasanya dengan cara setengah hari. Jadi, aku tetap sahur kemudian berpuasa hingga siang hari pukul 12 tepat, lantas aku berbuka puasa seperti makan dan minum dengan durasi waktu 1 jam saja. Seselesainya, aku kembali berpuasa hingga bedug magrib tiba. Nah, setelah yakin bisa puasa secara full layaknya orang dewasa, pada kenyataannya aku terkadang masih curi-curi makan atau minum di sekolah. Wah, lucu rasanya jika ingat masa kecilku di bulan Ramadhan berlaku seperti ini. 

4. Sekolah Libur Selama Bulan Ramadhan
Sempat pula kurasakan sekolah libur selama bulan Ramadhan. Setiap selesai salat subuh di mesjid, aku dan rombongan teman-teman malah asik bermain menghabiskan waktu bersama hingga sinar matahari semakin terik yang menandakan kita harus pulang ke rumah masing-masing. Untuk mengisi kekosongan lain di rumah karena tidak ada kegiatan belajar, aku pun akhirnya dipanggilkan guru mengaji yang datang ke rumah pada siang hari. Selesai mengaji, waktu yang tersisa jadi dihabiskan dengan menonton acara televisi yang kebanyakan tentang Ramadhan dan mendidik kemudian dilanjutkan dengan tidur siang hingga sore hari sebelum tiba waktu berbuka puasa. 

Ramadhan dipenuhi dengan kegiatan mengaji

5. Ikut Ngabuburit Mencari Takjil ke Pasar
Paling seru jika diajak ke pasar saat puasa di sore harinya. Suasana ramai dan semangat orang-orang yang mengantri membeli hidangan persiapan berbuka puasa tidak pernah aku lupakan. Terkadang, jika semua makanan dan minuman yang dijual terlihat segar dan nikmat, ingin rasanya aku minta dibelikan semuanya kala itu. Tapi pada akhirnya selalu dilarang supaya tidak berbuka secara berlebihan dan juga tidak berlaku boros. 

6. Rajin Taraweh Demi Mengisi Rangkuman Penceramah
Hayoooo, siapa yang sama sepertiku rutin mendapatkan buku agenda kegiatan di bulan Ramadhan dari sekolah ? Jangan-jangan saat taraweh kamu hanya semangat untuk bertemu teman-teman, dan ketika ceramah dimulai malah sibuk bercanda gurau bukannya menyimak penceramah ?. Hehe, kalau aku sih seperti itu, makanya tidak heran jika sebagian besar agenda untuk mengisi rangkuman ceramahnya dibuat secara mendadak. Aku harus mengarang indah atau melihat hasil tulisan dari temanku.

Agenda di Bulan Ramadhan, Intisari Ceramah

7. Belanja Baju Lebaran 
Menyenangkan jika semasa kecil selalu disempatkan untuk membeli baju lebaran. Ketika itu orang tua biasanya mengajakku serta kakak dan adik membeli baju lebaran yang dapat dipilih masing-masing. Walaupun demikian, kami tetap diajarkan untuk berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan baik itu berupa uang dari tabungan maupun barang-barang kebutuhan sehari-hari. 

8. Malam Takbiran, Waktunya Mudik
Ritual mudik semasa kecil hampir tiap tahun dilakukan, baik dengan berkendara mobil maupun dengan naik kereta api. Senang rasanya menyiapkan segala keperluan yang perlu dibawa dalam perjalanan seperti makanan dan minuman ringan, tikar untuk dipakai lesehan di tempat peristirahatan, radio atau seperangkat alat karaoke, pokoknya semua barang disiapkan seolah-olah akan melakukan piknik. Aku paling suka jika mudik dengan berkendara mobil karena biasanya akan singgah ke tempat-tempat yang tidak pernah didatangi sebelumnya. Kemacetan orang-orang mudik yang hanya terjadi setahun sekali terkadang masih terjadi hingga saat ini dan menurutku memang lumrah.

Nah, begitulah nostalgia dan keseruanku saat bulan Ramadhan ketika masih kecil yang tidak akan pernah terlupakan. Rasanya semuanya terkesan menyenangkan tapi ada juga loh dukanya karena keluargaku dulu sempat juga mengalami kecurian barang-barang berharga saat meninggalkan rumah ketika mudik. Walaupun akhirnya orang tua berserah diri dan iklas, namun itulah pengalaman masa kecilku di bulan Ramadhan, ada suka maupun duka. 

Bulan Ramadhan memang selalu membawa suasana menjadi berbeda dan tentu akan selalu dirindukan dari masa ke masa. Selamat menjalankan ibadah puasa ya, semoga ibadah kita semua di bulan Ramadhan ini lancar dan diridhoi oleh Allah SWT. 


Monday, 20 May 2019

Pahami Perbedaan Zakat, Infaq, dan Sedekah Sebelum Menunaikannya

Di bulan Ramadhan, menyisihkan harta merupakan pintu yang dibuka selebar-lebarnya oleh Allah SWT agar kita memperoleh balasan berupa amalan dan pintu ampunan yang sebesar-besarnya sekaligus kualitas ibadah yang maksimal. Oleh karena itu, anggaranmu perlu diatur sedemikian rupa agar dananya tetap bisa dialokasikan secara tepat untuk keperluan Ramadhan, seperti mengutamakan untuk menunaikan zakat, infaq, dan sedekah.

Nah, sebelum mulai menyisihkan anggaran, sudah pahamkah kamu sebenarnya apa sih perbedaan dari zakat, infaq, dan sedekah itu sendiri ? Walaupun sebenarnya terdengar umum, tapi seringkali makna dari ketiganya yang diutarakan oleh setiap orang tidak sama persis walaupun dasarnya tetap sama yakni "memberi berupa uang".

Mengutip dari kompasiana.com, perbedaan mendasar dari zakat, infaq, dan sedekah bisa dilihat dari hukumnya. Zakat hukumnya wajib ain, infaq hukumnya fardhu khifayah, sedangkan sedekah hukumnya sunah. Jika berdasarkan hadis, ternyata ada banyak sekali perbedaan yang paling hakikat. Misalnya, zakat ditentukan nisabnya sedangkan infaq dan sedekah tiada batas. Zakat ditentukan kepada siapa yang berhak menerimanya sedangkan infaq dan sedekah boleh diberikan ke siapa saja, dan lain sebagainya.


Untuk mempermudah, yuk ikuti secara cermat makna antara zakat, infaq, dan sedekah yang akan aku uraikan satu per satu berikut ini : 

1. Zakat
Zakat secara bahasa artinya tumbuh, berkembang, dan berkah (HR.At-Tirmidzi) atau dapat pula membersihkan atau mensucikan diri (QS. At-Taubah : 10). Sedangkan menurut terminologi syari'ah (istilah syara'), zakat berarti kewajiban atas harta atau kewajiban atas sejumlah harta tertentu untuk kelompok tertentu dalam waktu tertentu.

Zakat sendiri terbagi menjadi 2, yakni zakat fitrah dan zakat mal. Zakat fitrah wajib dibayarkan oleh setiap umat muslim baik laki-laki dan perempuan, tua maupun muda, kaya atau miskin, senilai 3.5 liter atau 2.5 kg bahan makanan pokok pada bulan suci Ramadhan. Sedangkan zakat mal adalah harta yang wajib dikeluarkan seorang muslim dari rezeki yang diperoleh dari suatu profesi, usaha pertanian, peternakan, perniagaan, pertambangan, emas, perak dan besarannya (nisab) telah ditentukan dan waktu dimiliki penuh selama setahun (haul).

2. Infaq
Infaq berasal dari kata anfaqa yang artinya mengeluarkan sesuatu (harta) untuk kepentingan sesuatu. Menurut terminologi syariat, infaq berarti mengeluarkan sebagian harta atau penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan Islam, misalnya memberikan kepada fakir miskin, yatim piatu, pembangunan atau operasional mesjid, juga termasuk menolong orang terkena musibah.  

Dalam Al-Quran, perintah infaq ditujukan kepada setiap orang yang bertakwa, baik yang berpenghasilan tinggi maupun rendah, apakah ia dalam keadaan lapang maupun sempit (QS. 3 : 134).

3. Sedekah 
Sedekah secara bahasa berasal dari kata shidqoh (bahasa arab) yang artinya benar. Menurut tafsiran para ulama, orang yang suak bersedekah adalah orang yang benar pengakuan imannya sehingga merupakan cermin dari keimanannya.

Sedekah sesuai terminologi berarti pemberian secara sukarela kepada orang lain (terutama orang-orang miskin) yang tidak ditentukan jenis, jumlah, dan waktunya. Oleh karena itu, sedekah sifatnya tidak terbatas hanya berupa material melainkan bisa juga berupa non material seperti jasa yang bermanfaat kepada orang lain atau senyuman yang dilakukan dengan iklas demi menyenangkan orang lain.

Semoga dari penjelasan singkat tersebut di atas, kamu sudah lebih paham ya mengenai perbedaan zakat, infaq, dan sedekah. Kalau begitu, selamat menunaikan zakat, infaq dan sedekah ya. 




Sunday, 19 May 2019

2 Warna Favorit Lipstik Lokal - Wardah Exclusive Lip Cream

Sepertinya hampir semua wanita akan menyukai pemakaian kosmetik demi menunjang kecantikannya, salah satunya adalah lipstik. Lipstik termasuk salah satu bagian dasar dalam mengenakan make up sehingga tak menutup kemungkinan jika warna lipstikmu ternyata juga dapat memancarkan kepribadian dan kecantikanmu dari luar.

Lalu, apa sih yang menjadi pertimbangan kamu dalam memilih warna lipstik ? Kalau aku lebih senang memilih warna-warna lipstik yang soft, fresh, dan sedikit calm. Makanya sekarang ini, aku akan bahas tentang lipstik lokal dari Wardah yang sudah terpercaya dan populer tidak hanya di Indonesia melainkan hingga ke mancanegara karena telah menjadi produk kecantikan yang menggunakan bahan baku yang alami serta terjamin kehalalannya. 

Wardah sendiri telah memproduksi banyak sekali pilihan model lipstik. Namun yang menjadi favoritku adalah Wardah Exclusive Lip Cream karena formulanya lebih ringan sehingga nyaman sekali di bibirku yang cenderung gelap dan kering ini. Selain itu, tekstur lip cream tersebut cukup padat sehingga pigmentasinya terbilang sangat baik dan ketahanannya setelah diaplikasikan juga cukup lama yakni bisa awet sekitar 6-8 jam tanpa luntur dan membuat bibirmu semakin kering. 

Jika dilihat dari segi warnanya, Wardah Exclusive Lip Cream ternyata ada banyak sekali loh pilihannya. Ada varian no. 01 hingga no. 18 yang aku ketahui hingga saat ini. Oleh karena itu, kamu bisa mencari lip cream wardah yang shade warnanya paling cocok dengan gayamu. Nah, setelah pencarian dengan waktu yang cukup panjang karena warna-warnanya lip cream dari Wardah memang rata-rata sangat bagus dan memiliki kecenderungan warna yang hampir mirip, akhirnya aku menemukan 2 warna yang kurasa pas dan telah menjadi favoritku untuk saat ini. Simak yuk ulasan ringannya berdasarkan warnanya sebagai berikut.

2 Varian Wardah Exclusive Lip Cream Favoritku

1. Wardah Exclusive Lip Cream Pinkcredible
Pinkcredible ini varian lip cream dari Wardah no. 08. Dari namanya saja tentu jelas sekali jika variannya menampilkan shade utama warna pink. Kenapa aku memilihnya karena warna pink yang ditonjolkan cukup gelap sehingga tidak tampak pucat di bibirku. Oiya, salah satu keunggulan lip cream adalah oksidasi sehingga warnanya cenderung menjadi lebih tua dari warna aslinya dan warna utamanya baru akan terlihat ditentukan dengan warna dasar bibirmu.

Jadi, varian Pinkcredible ini jika dipoleskan ke bibirku yang sedikit berwarna gelap, warnanya ternyata bisa menjadi lebih alami dan fresh sehingga cocok jika aku ingin bergaya sedikit girly. Selain itu, warnanya juga bisa memberikan kesan elegan loh, makanya tidak heran kalau varian pink ini sungguh incredible.

2. Wardah Exclusive Lip Cream Mauve On
Mauve On ini varian lip cream dari Wardah no. 09 yang ternyata paling banyak loh peminatnya. Mauve On bisa memberikan nuansa kalem di bibir karena percampuran warna nude dan sedikit pink. Menurutku sangat tepat menggunakan varian ini jika kamu suka tampilan warna bibir yang tidak terlalu mencolok namun sedikit memberikan kesan bibirmu sedikit terang dengan bantuan warna pink.

Warna Mauve On ini sangat pas jika bibirmu agak gelap, tampilan nude yang sedikit pink dapat mencerahkan bibirmu sekitar setingkat dari warna asli bibirmu. Kemungkinan tercipta dan dinamakan Mauve On karena memang diperuntukkan untuk kamu yang ingin mencoba tampilan bibir yang segar dan tidak terlalu cetar dengan  hasil akhir agak kalem atau lembut.

Wardah Exclusive Lip Cream. (Kiri) Varian Pinkcredible, (Kanan) Varian Mauve On

So, bagimana nih uraian ke-2 warna Wardah Exclusive Lip Cream favoritku, apakah kamu juga menyukai varian tersebut ? Harganya cukup ramah loh, hanya berkisar 45-60 ribuan saja per satuannya yang dapat kamu beli dengan mudah di toko online maupun offline, resmi dan non resmi Wardah Cosmetics di seluruh Indonesia. Sebagai tambahan, kemasan dan desain lip cream dari Wardah yang simpel dan modis juga menjadi ketertarikanku untuk memilikinya. 

Siap tampil cantik dengan polesan Wardah Exclusive Lip Cream varian Pinkcredible atau Mauve On ? Atau jangan-jangan kamu sudah memiliki varian warna favorit lain di dalam cosmetics pouch kamu ? Setiap warna mungkin akan berbeda-beda tergantung warna dasar bibirmu ya.

Selamat bereksperimen dengan Wardah Exclusive Lip Cream.





Saturday, 18 May 2019

3 Tips Maksimal Untuk Memanfaatkan THR

Tunjangan Hari Raya (THR)

Menjelang bulan Ramadhan, kebanyakan warga negara yang bekerja pasti sudah mengira-ngira kapan akan memperoleh THR yang merupakan singkatan dari Tunjangan Hari Raya. Biasanya beberapa minggu menjelang hari kemenangan, sudah menjadi tradisi bahwa semua pekerja akan memperoleh THR yang gunanya untuk kepentingan Hari Raya. 

THR adalah semacam bonus yang diberikan perusahaan untuk semua karyawannya demi menunjang keperluan di Hari Raya Idul Fitri. Perhitungannya pada umumnya telah diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah yang pengelolaannya kembali ditentukan oleh kebijakan perusahaan masing-masing. Biasanya nominal THR berkisar antara 1 kali gaji dalam sebulan atau bisa juga proporsional disesuaikan dengan berapa lama kamu bekerja di perusahaan tersebut.

Berbeda dengan gaji setiap bulan yang pastinya sudah memiliki porsinya tersendiri untuk dipakai rutin membayar segala keperluan sehari-hari maupun tagihan, sedangkan THR seharusnya tetap digunakan untuk keperluanmu berlebaran.

Untuk itu, berikut adalah 3 tips maksimal untuk memanfaatkan THR secara tepat agar dananya dapat kamu susun sedemikian rupa sebelum kamu mulai menerimanya. Simak yuk.

1. Atur Prioritas
Sudah jelas bahwa THR memang untuk menunjang kebutuhan di Hari Raya, maka pastikan kebutuhan saat berlebaran sudah direncanakan secara cermat bahkan sebelum kamu menerima THR tersebut. Kamu harus sudah membagi-bagikan dalam persentase berapa nominal yang perlu dipakai, misalnya keperluan jika kamu berniat mudik, zakat dan sedekah, berbagi dengan keluarga, memberikan THR untuk asisten rumah tangga jika ada, membeli busana muslim jika memang diperlukan, kemudian sebagai tabungan untuk dana tidak terduga. Jika kamu sudah memiliki gambaran berupa persentase secara umum, maka kamu sudah bisa menimbang berapa total keseluruhan THR yang kira-kira akan terpakai di Hari Raya nanti.

2. Utamakan Zakat dan Sedekah 
Hari Kemenangan bukan sekedar perayaan saja loh, melainkan bermakna suci karena hari yang tepat untuk memperoleh lebih banyak amalan pahala jika kamu berbagi kepada sesama yang kurang beruntung. Oleh karena itu, jangan lupa mengeluarkan THR untuk keperluan zakat dan sedekah karena keutamaan bersedekah di bulan Ramadhan ternyata lebih dasyat dibandingkan bulan-bulan lainnya misalnya selain memperoleh pahala yang lebih besar, juga sebagai jaminan surga atau penghapus segala dosa yang telah lalu.

3.  Sisihkan Dana Tidak Terduga
Menyisihkan sisa THR setelah kamu sudah membagikan beberapa skala prioritasmu adalah jalan untuk berhemat bukannya pelit. Bukannya tidak boleh menggunakan THR untuk tambahan sedekah, melainkan bisa saja sewaktu-waktu kamu membutuhkan dana lebih banyak ketika mudik atau timbulnya keperluan mendadak lainnya di luar dari ekspektasimu. Jika demikian, diharapkan THR kamu tidak terbuang sia-sia untuk hal-hal yang lebih bersifat konsumtif apalagi biasanya banyak sekali promo diskon menjelang Hari Raya sehingga bukan hal yang mustahil jika kamu malah kalap membelanjakan keperluan yang tidak seharusnya menggunakan THR.

Nah, 3 tips menggunakan THR tersebut di atas yang bisa aku uraikan agar lebaranmu tetap maksimal dan dananya tidak berakhir dengan habis sia-sia. Gimana nih, kamu sudah susun belum untuk apa saja nanti THR akan digunakan ? Semoga 3 tips di atas bisa menjadi pedomanmu ya.



Friday, 17 May 2019

Gaya Rambut Wanita Berhijab

Rambut memiliki peran penting dalam hal penampilan bagi sebagian besar wanita. Oleh karena itu, tidak heran jika rambut seringkali disebut-sebut sebagai mahkotanya wanita. Hal ini berlaku pula bagi wanita berhijab, walaupun terkesan cukup ribet tapi penataan rambut yang tepat adalah untuk menghindari diri dari kegerahan atau agar penampilan berhijab tetap dalam keadaan rapi.

Kebanyakan pertanyaan kepada wanita berhijab seperti kenapa harus mementingkan potongan atau gaya rambut padahal mahkotanya tidak terlihat memang cukup wajar. Pada kenyataannya, potongan atau gaya rambut yang tepat bagi wanita berhijab juga penting demi mengutamakan kenyamanan dan kebersihan rambut dan hijab yang dikenakan itu sendiri. Dengan potongan atau gaya rambut yang tepat saat berhijab maka kamu tidak hanya mendapati pemakaian hijab yang lebih praktis, perawatan rambutnya pun juga akan terasa lebih mudah. 

Jadi, berikut ini adalah uraian gaya rambut untuk kamu yang berhijab baik itu dengan potongan rambut pendek maupun rambut panjang. Simak yuk.

1. Rambut Pendek 
Penting untuk diketahui, walaupun rambut pendek terkesan lebih simpel karena mudah diatur dan cepat dikeringkan setelah dibersihkan, saat hijab terpasang pun tidak mengakibatkan rambut lepek atau terlalu lembab. Namun jika potongan rambut pendek yang terurai begitu saja di dalam hijab tidak tersusun rapi akibat rambutnya yang terlalu ikal, keriting, kaku, dan sebagainya, kemungkinan besar jika sisa rambutmu akan keluar di beberapa sisi hijab dan mengakibatkan tatanan hijab kamu menjadi berantakan tidak proporsional. 

Maka untuk menyiasatinya, jika potongan atau gaya rambutmu memang pendek, jangan lupa selalu menggunakan ciput agar tatanan hijab tetap sempurna. Ciput yang dikenakan bisa jenis topi, ninja, bandana, dan sebagainya asalkan rambut tepat dalam keadaan stabil dan tidak keluar di setiap sisi hijab. Pilihlah rambut pendek jenis bob atau lob karena lebih bervolume dan memberikan kesan tebal sehingga rambut mudah diatur dan sewaktu-waktu masih bisa diikat dengan karet. 

Gaya rambut pendek atau panjang wanita berhijab yang tertutupi oleh ciput ninja.

2. Rambut Panjang
Jika kamu memiliki rambut panjang dan berhijab, ada dua trik yang tepat agar menghasilkan tatanan rambut yang rapi sehingga tidak mengganggu penampilanmu. Kamu hanya memerlukan alat bantu berupa karet ikat dengan beberapa bentuk untuk menghasilkan tatanan hijab yang rapi untuk kamu  yang memiliki rambut panjang. 

Trik pertama, rambutmu bisa bergaya cepol yaitu mengikat dengan karet tapi jangan terlalu tinggi seolah-olah terlihat seperti punuk onta karena gaya tersebut dilarang oleh ajaran agama Islam. Kamu cukup mencepol rambutmu dengan wajar tanpa ada benjolan keluar dari hijab agar rambutmu tertahan sempurna dan tidak terurai berantakan. Lalu trik kedua bisa juga dengan gaya rambut ponytail bun, yaitu kamu hanya cukup menggelung rambutmu dengan ikat rambut agak lebih rendah daripada gaya cepol. 

Nah, jika kamu memiliki rambut panjang dan mengikatnya dengan gaya cepol maupun ponytail bun, kamu tetap dianjurkan menggunakan ciput atau inner hijab agar rambut tetap rapi sepanjang hari serta meminimalisir terlihatnya benjolan seperti punuk onta karena ikatan rambutmu dapat tertutupi oleh ciput dari luar hijab. 


Foto : Koleksi http://bajugrosirjogja.com/



Thursday, 16 May 2019

Cara Simpel Mengenakan Hijab Model Segi Empat

Sekarang mulai banyak loh wanita Indonesia yang memiliki kesadaran untuk menutup aurat. Makanya tidak heran jika banyak yang mencari informasi mengenai bagaimana cara-cara mengenakan hijab. 

Hijab sendiri sebenarnya ada banyak sekali jenisnya, misalnya segi empat, pashmina, lengan, rajut, bergo, dan lain-lain. Semua jenis hijab tersebut dapat disesuaikan pemakaiannya dengan busana kamu atau dikreasikan berdasarkan kegemaran dan acara masing-masing. Itulah mengapa pemakaian hijab hingga saat ini sudah beranekaragam sekali tutorialnya mulai dari yang paling simpel atau sederhana maupun yang paling modis atau kekinian.  

Untukku yang memang berhijab, aku lebih suka mengenakan hijab model segi empat. Alasannya karena pemakaiannya cukup simpel, bahannya juga tidak terlalu tebal sehingga kurasakan lebih cocok jika memakainya di iklim negara Indonesia yang cukup panas. Selain itu, mudah pula jika ingin mengkreasikannya ke arah yang lebih modis atau kekinian.  

Sebelum aku bahas cara-cara simpel mengenakan hijab model segi empat yang menjadi favoritku, ada baiknya kenali dulu perbedaan antara hijab dengan jilbab. Hal ini karena seringkali hijab dengan jilbab dinyatakan sama padahal sebenarnya ada loh perbedaaannya.

Merujuk dari news.detik.com, hijab dalam Alquran selalu digunakan dalam konsep pembatas ruang. Hijab dimaknai sebagai pembatas antara ahli surga dan ahli neraka. Jika dilihat dalam Alquran, hijab merupakan pembatas atau pembeda ruang antara laki-laki dan perempuan sehingga maknanya lebih luas tidak hanya sebatas kain penutup kepala. Sedangkan jilbab adalah pakaian luar tertutup sehingga ada yang memaknai seperti sarung, penutup kepala, bahkan penutup seluruh tubuh. 

Jadi, berhijab yang sesuai ketentuan syariat yaitu ketika kita beribadah maka kenakanlah pakaian yang baik tapi jangan berlebihan. Kesimpulannya pakaian yang terbaik adalah yang substantif atau pakaian takwa seperti menutup aurat, tidak ketat, tidak transparan, tidak berlebihan, dan tidak menunjukkan kesombongan.

Nah, jika sudah mengetahui perbedaan mendasar antara hijab dan jilbab, yuk ikuti informasi berikut mengenai cara-cara simpel mengenakan hijab model segi empat : 
  1. Lipat jilbab menjadi bentuk segitiga, lalu pasang atau kerudungkan ke kepala dengan kedua sisi sama panjang. Tapi sebelumnya jangan lupa kenakan ciput atau inner jilbab terlebih dahulu ya. 
  2. Bawa kain sisi kanan ke arah kiri melewati depan lalu sematkan ujung sisi kanan yang telah ditarik tadi dengan jarum pentul. Sematkan beberapa sentimeter di belakang pelipis kiri agar inner sedikit terlihat. Rapikan hijab agar tidak terlihat berantakan.
  3. Tarik jilbab di bagian sisi kanan ke arah kiri wajah melewati bagian dagu. Kemudian kencangkan dan ikat di bagian ciput dekat telinga. Gunakan jarum pentul agar hijab erat tidak mudah terlepas.
  4. Rapikan bagian ujung lipatan serta bentuk hingga berkesan susunan hijab berada di sebelah kiri.
  5. Cara simpel mengenakan hijab segi empat sudah selesai deh. 
Bagaimana cara mengenakan hijab tersebut di atas, cukup mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama kan ? Tampilan hijab simpel dan berkesan modern seperti ini sudah lama loh populernya. Kamu hanya cukup memilih bahan kain yang tepat agar tidak menyulitkanmu saat mengikuti cara-cara mengenakan hijabnya. Sesuaikan warna hijabmu agar tetap senada dengan busana yang akan kamu kenakan, atau jika tidak ingin mengenakan pin / bros sebagai aksesoris tambahan, kamu bisa mencari pilihan hijab yang bermotif untuk penampilan lebih modis. 

Salah satu contoh simpel mengenakan hijab segi empat bermotif 

Oiya, kamu bisa mengenakan hijab segi empat dengan cara seperti yang sudah dijelaskan tadi ke acara santai maupun formal. Pemakaian hijab dengan gaya yang nyaman serta warna yang serasi dengan busana tentu saja akan membuat penampilan kamu terlihat lebih sempurna.

Bagaimana gaya hijab favoritmu ? Selamat mencoba cara simpelku mengenakan hijab ya.



Foto : Koleksi ohayo.co.id



Wednesday, 15 May 2019

Cara Tepat Menggunakan Panci Presto

Panci presto adalah alat masak yang sangat cocok dan diperlukan apalagi bagi hampir semua wanita karir yang sangat sibuk. Alat masak ini sangat cepat, praktis, dan serbaguna sehingga cukup efisien dalam menghemat waktu memasak di dapur. 

Awalnya panci presto ini lebih cocok digunakan oleh kalangan pengusaha saja, tapi dengan banyaknya masyarakat Indonesia yang menyukai kegiatan memasak akhirnya alat masak ini pun meluas di berbagai kalangan baik itu ibu rumah tangga, wanita karir, atau bahkan bagi semua yang baru mulai belajar memasak.

Panci Presto

Alasan mengapa memasak dengan panci presto lebih cepat dan efisien adalah karena dengan menggunakan panci ini maka bahan masakan seperti daging atau ikan menjadi mudah lunak bahkan sampai ke tulang atau durinya serta bumbunya yang dapat meresap dengan cepat. 

Meskipun demikian, mungkin masih ada yang tidak mengetahui cara tepat menggunakan panci presto bahkan khawatir apabila pancinya malah mengalami kerusakan. Nah, berikut adalah beberapa uraian bagimana cara yang tepat menggunakan panci presto. 

1. Cek Kondisi Panci Presto Sebelum Digunakan 
Sebelum mulai memasak, cek kondisi panci dalam keadaan bersih karena jika masih ada kotoran kemungkinan akan menghambat tutup pancinya menutup dengan maksimal sehingga dapat mengurangi tekanan saat memasak. Selain itu, pastikan karet tutup pancinya tidak dalam keadaan rusak atau rapuh. Jika mendapati karetnya rusak, segeralah menggantinya dengan ukuran yang cocok.

2. Isi Daging dan Air ke dalam Panci Presto
Setelah kondisi panci sudah dicek dalam keadaan baik, masukkan daging yang telah dibumbui lalu air dengan jumlah yang ideal atau secukupnya saja ke dalam panci. Mengisi panci yang tidak terlalu penuh dimaksud agar tekanan di dalamnya tidak berkurang dan daging dapat cepat matang. Selain itu, pengisian panci yang tidak terlalu penuh juga mengurangi resiko panci presto cepat rusak.

3. Kecilkan Api Ketika Panci Presto Mulai Berbunyi
Ciri khas panci presto adalah adanya bunyi nyaring atau mendesis jika tekanan uap sudah meninggi. Saat panci sudah berbunyi, sebaiknya segera kecilkan api demi menghemat gas juga agar masakan dagingnya matang secara merata dan lunak. 

5. Fokus Saat Masakan di dalam Panci Presto Mulai Matang  
Memasak dengan menggunakan panci presto sama sekali tidak boleh ditinggalkan. Walaupun kelihatannya sepele, tapi jika berlaku demikian bisa saja masakannya malah menjadi terlalu lembek. Diperhatikan pula agar air di dalamnya tidak habis sehingga masakan tidak gosong atau bahkan panci mengalami kerusakan. Jika masakan dirasa sudah matang, matikan apinya kemudian diamkan.

6. Penting! Jangan Membuka Tutup Panci Presto Sebelum Sisa Tekanan Keluar
Jangan membuka panci saat tekanan di dalam masih belum selesai dilepaskan karena uap panas akan sangat berbahaya jika menyembur keluar. Jauhkan panci dari sumber panas, diamkan dan biarkan panci mengalami pelepasan tekanan secara alami sekitar 10-20 menit sampai terjadinya proses pendinginan.

Nah, setelah mengetahui cara tepat menggunakan panci presto yang sudah diuraikan di atas, sekarang kamu sudah bisa memanfaatkannya agar masakan daging dan ikan lebih cepat lunak. Untuk lebih amannya, pastikan selalu mengikuti aturan pakai sesuai brosur manual yang biasanya tersedia saat kamu melakukan pembelian panci presto tersebut. 



Foto : Koleksi Blibli.com

Tuesday, 14 May 2019

Beberapa Kiat Atasi Bau Mulut di Bulan Ramadhan

Tidak ada satu pun orang yang mau mengalami bau mulut. Terlebih lagi di saat bulan Ramadhan, akibat berpuasa seharian penuh tentu saja bisa memberikan kesempatan bakteri untuk bersarang sebagai penyebab timbulnya bau mulut. Bau mulut bisa menyebabkan kurangnya percaya diri karena adanya kekhawatiran jika lawan bicara merasa tidak nyaman saat sedang berinteraksi. Dampaknya, diskusinya menjadi tidak maksimal bahkan kurang berkualitas. 

Maka dari itu, berikut ini adalah beberapa kiat untuk menghilangkan bau mulut khususnya di bulan Ramadhan atau bisa juga untuk keseharian. Selama kiat ini dijalankan dengan tepat, diharapkan agar tetap tidak membatalkan puasa ya. 

1. Sikat Gigi dengan Baik dan Benar
Sikat gigi wajib dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari. Oleh karena itu, sebaiknya sikat giginya juga diganti setiap 2-3 bulan. Jika kamu sempat mengalami sakit, setelah sembuh pun sebaiknya mengganti sikat gigi lamamu agar tak kembali tertular akibat bakteri-bakteri yang masih menempel pada sikat gigi tersebut.

Sikat gigi akan lebih baik jika kamu lakukan selama 10-15 menit setelah makan untuk menghindari sisa-sisa makanan terselip pada gigi. Pasta giginya juga dipilihkan sesuai kondisi gigi dan mulutmu, apakah mencari yang khusus memutihkan gigi, gigimu sensitif, dan sebagainya. Nah, di Bulan Ramadhan ini kamu sikat giginya dilakukan setelah santap sahur ya, kemudian dilakukan kembali saat menjelang tidur di malam hari. 

2. Perbanyak Minum Air Mineral 
Air mineral sangat baik dikonsumsi untuk menjaga kelembaban mulutmu. Air juga dapat melungsurkan bakteri-bakteri yang mungkin ada di mulut. Jadi, sangatlah penting jika kamu selalu minum air mineral setelah selesai makan. Kiat ini berlaku juga saat bulan Ramadhan. Kamu harus mencukupi kebutuhan air minum saat sedang santap sahur untuk menghindari bau mulut saat seharian berpuasa. Nanti saat berbuka puasa pun jangan lupa kembali mencukupi kebutuhan air minummu dengan air mineral. Gunanya selain agar tubuh segar terhidrasi, bau mulut juga dapat dihindari. 

3.Kumur-kumur dengan Cairan Pencuci Mulut
Cairan pencuci mulut atau mudah dikenal dengan mouthwash berguna untuk menghilangkan bau mulut secara cepat dan anti ribet. Setelah kamu kumur-kumur dengan mouthwash tersebut, napasmu akan segar seketika sehingga membuatmu lebih percaya diri. Eits, tapi jangan lakukan aktivitas kumur-kumur saat kamu sedang berpuasa ya. Lakukanlah kumur-kumurnya saat selesai santap sahur sebelum waktu imsak tiba.

4. Cuka Sari Apel 
Sepertinya sudah banyak yang paham ya cuka sari apel yang kerap lebih diingat dengan sebutan apple vinegar telah sering dipakai untuk kebutuhan kecantikan kulit. Nah, cuka sari apel yang memiliki sifat asam ternyata juga dipercaya bisa mengatasi bau mulut. 

Jadi caranya sebelum makan, satu sendok cuka sari apel tersebut ditambahkan ke segelas air minum kemudian minum setelah dilarutkan. Cara ini efektif bisa melancarkan pencernaan dan menghindari bau mulut. Di bulan Ramadhan, lakukan di saat santap sahur ya.

5. Makan Buah dan Sayur
Jangan lupa asupan buah dan sayurnya loh saat santap sahur. Kunyahlah buah-buahan seperti apel atau sayur-sayuran seperti selada karena mengunyah apel atau daun selada dinyatakan dapat mengurangi bau mulut hingga 50 persen dalam 30 menit pertama. Tapi akan lebih baik jika kamu mengunyah daun mint walaupun sepertinya masih agak jarang didapati di toko buah dan sayur kecil-kecilan. 

Mengunyah apel sebagai solusi atasi bau mulut

6. Sikat Lidah
Ternyata lidah juga bisa loh menimbulkan bau mulut. Jika kamu memiliki alat sikat khusus lidah, kamu bisa menyikat lidahmu dengan alat khusus tersebut setelah makan secara teratur.

Nah, bagaimana kiat-kiat atasi bau mulutnya, mudah sekali kan ?

Semoga bermanfaat ya.


Monday, 13 May 2019

Solusi Efektif dan Alami Untuk Memutihkan Gigi

Siapa sih yang tidak mau jika memiliki gigi yang putih ? Tentu kamu akan tampil lebih percaya diri jika memiliki gigi yang putih dan bersih. Sekarang-sekarang ini malah sudah banyak tersedia perawatan khusus mulut dan gigi di beberapa klinik kecantikan tertentu untuk memutihkan gigi secara cepat. Cara memutihkan gigi tersebut pastinya memerlukan budget yang cukup tinggi.

Buat kamu yang ingin memiliki tampilan gigi yang jauh lebih putih, aku ada nih beberapa solusinya. Tapi sebelum itu, simak dulu yuk sebab-sebab gigi berubah warna menjadi kuning berikut ini :
  • Jarangnya menyikat gigi yang mengakibatkan sisa-sisa makanan dan minuman akan menumpuk dan membuat gigi berubah warna menjadi kuning,
  • Memiliki kebiasaan merokok karena kandungan nikotin di dalamnya. Nikotin tidak hanya akan membuat gigimu berubah menjadi kuning melainkan menghitam atau bahkan rusak, 
  • Seringnya minum minuman berkafein dan beralkohol, 
  • Seringnya konsumsi obat-obatan, contohnya antibiotik, 
  • Kelebihan fluoride. Walaupun fluoride dinyatakan berguna untuk mencegah kerusakan pada gigi namun jika digunakan secara berlebihan malah dapat menyebabkan perubahan warna pada gigi, 
  • Faktor usia. Seiring bertambahnya usia, lapisan putih pada gigi perlahan akan berkurang sehingga lapisan kuningnya justru akan lebih terlihat.
Nah, jika kamu sudah mengetahui sebab-sebab gigi mulai menguning, berikut adalah beberapa solusi yang efektif dan alami untuk memutihkan gigi tanpa harus mengeluarkan budget yang tinggi. Mari disimak ya.

1. Rajin Sikat Gigi
Rajinlah menyikat gigimu minimal 2 kali sehari yakni pada pagi dan malam hari. Pilihlah pasta gigi yang tepat dengan kandungan fluoride yang tidak berlebihan atau sudah melalui standar kesehatan mulut dan gigi.

2. Gunakan Buah Stroberi dan Lemon
Stroberi memiliki kandungan vitamin C yang tinggi sehingga dipercaya mampu memutihkan gigi, sedangkan lemon memiliki kandungan asam yang bisa melunturkan noda pada lapisan luar pada gigi. Cara menggunakannya, kamu bisa langsung gosokkan stroberi ke gigi-gigimu sebelum menyikat gigi. Sedangkan jika dengan lemon, kamu cukup gunakan kulit lemonnya kemudian oleskan ke gigi-gigimu beberapa menit sebelum bilas dengan berkumur.

3. Gunakan Cuka Sari Apel
Cuka sari apel atau disebut juga apple vinegar tidak hanya bagus digunakan untuk kecantikan kulit melainkan bisa untuk memutihkan gigi. Kamu cukup menggunakan 2 tetes cuka sari apel tersebut pada setengah gelas air mineral lalu berkumurlah sekitar 1 menit. Jangan lupa langsung menyikat gigimu ya untuk menetralisir kondisi mulutmu.

4. Gunakan Kulit Pisang
Buah pisang selain enak juga dikenal sangat baik untuk pencernaan. Tapi kulitnya jangan buru-buru dibuang ya karena ternyata bisa loh digunakan untuk memutihkan gigi secara lalu diamkan beberapa menit. Setelah itu, sikatlah gigimu sebagaimana mestinya.

5. Manfaatkan Arang Aktif
Buat kalian yang sudah mengetahui bahwa arang aktif atau lebih sering dikenal dengan activated charcoal banyak digunakan untuk masker wajah sebagai detoks, ternyata fungsinya juga bisa berlaku untuk memutihkan gigi loh. Arang aktif yang berwarna hitam bekerja mengikat kotoran-kotoran pada permukaan gigi sehingga setelah digosokkan dan melekat pada gigi maka kandungan mineralnya dapat langsung bekerja membersihkan plak dan sisa makanan pada gigi. Pakailah arang aktif ini secukupnya saja atau tidak secara berlebihan sehingga kamu tidak perlu mengalami efek jangka panjangnya.

Arang Aktif dan Sikat Gigi Ramah Lingkungan

Kira-kira dari ke-5 solusi untuk memutihkan gigi yang aku sebutkan di atas, nomor berapa yang menurut kamu paling efektif ? Jika belum mengetahuinya, yuk dicoba semuanya saja karena selain alami juga murah meriah loh. 




Ingin Tubuh Tetap Fit? Lakukan 8 Olahraga Simpel Ini Tanpa Harus Keluar Rumah

Olahraga secara teratur sangat penting untuk menjaga postur tubuh tetap proporsional serta membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar...