Monday, 17 June 2019

Keseruanku Uji Coba Naik LRT Jakarta

Kalian sudah terbiasa naik Kereta Rel Listrik atau lebih sering dikenal dengan sebutan KRL Commuter Line sebagai sarana transportasi publik dalam menjalankan aktivitas sehari-hari ?

Apa kalian malah lebih sering memanfaatkan MRT, singkatan dari Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu sebagai sistem transportasi cepat yang menggunakan kereta rel listrik ? 

Ada info penting lainnya nih terutama buat kalian yang belum mengetahui jika Jakarta sekarang sudah memiliki transportasi publik terbaru lainnya, yakni LRT yang merupakan singkatan dari Light Rail transit atau Lintas Rel Terpadu. 

Sebelum aku mulai menceritakan tentang keseruanku uji coba naik LRT Jakarta hari ini, supaya lebih lengkap lagi maka akan aku informasikan sedikit perbedaan antara LRT Jakarta, KRL Commuter Line, dan juga MRT Jakarta sebagai transportasi publik di Jakarta.

Jadi KRL Commuter Line yang memang sudah ada terlebih dahulu pada awalnya lebih dikenal sebagai KRL Jabodetabek atau KAI Commuter Jabodetabek karena melayani rute dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Sedangkan MRT Jakarta yang telah diresmikan secara langsung oleh Bapak Presiden Joko Widodo ini telah beroperasi sejak akhir bulan Maret 2019. MRT Fase I rutenya dari Stasiun Lebak Bulus hingga Stasiun Hotel Indonesia yang kemudian nantinya direncanakan mengalami perluasan rute MRT Fase II seperti Stasiun Sarinah, Stasiun Monas, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Glodok, dan Stasiun Kota. 

Merujuk dari kompas.com, rangkaian KRL bisa mencapai 8 hingga 10 kereta yang daya tampungnya sekitar 2.000 penumpang. Hampir setara dengan KRL, MRT Jakarta bisa menampung sekitar 1.950 penumpang yang maksimal rangkaiannya terdiri dari 6 kereta. Berbeda dengan LRT Jakarta yang ternyata daya tampungnya lebih kecil, yakni hanya sekitar 628 orang dengan rangkaian maksimal hanya sebanyak 3 kereta saja. 

Mencoba Naik MRT Jakarta Pertama Kalinya.

Aku dan Keluarga Menunggu Jadwal Kedatangan MRT Jakarta.

Nah, kamu sudah ada bayangan kan perbedaan dari KRL Commter Line, MRT Jakarta dan LRT Jakarta ?. Sekarang aku akan membahas bagaimana keseruanku sekaligus memberikan beberapa informasi mengenai uji cobaku menaiki LRT Jakarta. 

Jadi saat uji coba, LRT Jakarta hanya akan melayani 5 stasiun yaitu Stasiun Boulevard Utara, Stasiun Boulevard Selatan, Stasiun Pulo Mas, Stasiun Equestrian, dan Stasiun Velodrome dengan kedatangan kereta setiap 10 menit. Kamu sudah bisa melakukan uji coba LRT Jakarta secara gratis selama 11 hari yaitu mulai dari tanggal 11 Juni hingga 21 Juni 2019. Registrasinya sangat mudah karena kamu cukup melakukan pendaftaran pada laman resmi LRTJ yang berlaku umum sehingga bisa untuk siapa saja. Jam operasionalnya juga lumayan panjang, dibuka dari pukul 05.30 WIB dan ditutup pukul 23.00 WIB.

Saat melakukan pendaftaran online melalui LRTJ, yang kamu butuhkan hanyalah mengisi nama, nomor telepon, email, waktu keberangkatan, dan domisili. Setelah klik submit, nanti kamu akan menerima email dari LRT Jakarta yang berisi "Pendaftaran Uji Publik LRT Jakarta Berhasil" yang disusul dengan dikirimkan E-Tiket dalam halaman lampiran yang perlu kamu cetak dan dibawa pada saat menggunakan transportasi LRT nanti. 

Pada lembar foto E-Tiket yang telah aku miliki setelah mendaftarkan secara online melalui LRTJ, bisa kamu lihat cetakannya selain ada barcode, tercantum pula namaku, no.tiket, tipe tiket, tanggal penggunaan, dan jam operasionalnya. E-Tiket hanya berlaku untuk 1 orang saja ya, dan bayi di bawah 3 tahun tidak perlu melakukan pendaftaran. Sebagai tambahan, registrasinya bisa ditutup jika kamu memilih waktu keberangkatan yang jumlah penumpangnya sudah memenuhi batas kapasitas.

Contoh E-Tiket Naik LRT Jakarta. Pendaftaran dari Laman Resmi LRTJ.

Gedung Velodrome Terlihat dari Stasiun LRT Jakarta

Oiya, jangan khawatir jika kamu tidak mau repot melakukan pendaftaran secara online karena ternyata kamu bisa juga loh mendatangi salah satu stasiunnya secara langsung. Seperti aku nih, kebetulan pagi ini ingin mencoba menaiki LRT Jakarta dari Stasiun Velodrome ke arah kantorku yang memang berada di daerah Kelapa Gading. Setelah sampai di stasiun, nanti kamu akan menjumpai beberapa petugasnya yang rata-rata sangat ramah. 

Eskalator dan Tangga Menuju LRT Jakarta.

Kartu Dilengkapi Scanner Untuk Menaiki LRT Jakarta Saat Uji Coba.

Palang Pintu Otomatis Masuk dan Keluar LRT Jakarta.
                               
Berhubung aku sampai di Stasiun Velodrome sekitar pukul 08.00 WIB, jadinya suasana masih terlihat cukup sepi. Setibanya lantas aku langsung dibantu untuk mengisi daftar tamu uji coba LRT Jakarta. Setelah selesai mengisinya, nanti kamu diberikan semacam scanner card layaknya E-Money yang cara-cara penggunaannya mirip seperti kamu menaiki KRL Commuter Line maupun MRT Jakarta. Kartunya jangan sampai hilang ya, karena di stasiun pemberhentianmu nanti, kartunya akan diminta dan dikembalikan oleh petugasnya untuk dapat dipakai oleh penumpang lainnya.


LRT Jakarta Tampak Luar.

LRT Jakarta Tampak Dalam.

Uji Coba Naik LRT Jakarta dari Stasiun Velodrome Menuju Stasiun Pulo Mas
                                   
Aku sangat senang ketika berada di Stasiun LRT Jakarta karena selain sangat bersih, luas, dan teratur, fasilitas pun cukup lengkap, seperti disediakan CCTV serta fire rescue atau pompa pemadam kebakaran untuk keamanan, monitor jadwal kedatangan kereta, serta toilet. Tak kalah bagusnya, di dalam LRT Jakarta pun juga sangat rapi dan bersih, apalagi para petugas di dalamnya juga mengingatkan agar kamu tidak makan dan minum di dalam kereta. Selain itu juga mengingatkan kembali agar selalu mengutamakan tempat duduk kepada yang lebih membutuhkan seperti ibu hamil, lansia, balita, dan penyandang disabilitas.  

Penampakan Stasiun Velodrome LRT Jakarta

Penampakan Dalam dan Luar dari Stasiun LRT Jakarta Menuju RS Colombia. 
                                 
Fasilitas Toilet Umum di Stasiun LRT Jakarta.

Stasiun LRT Jakarta dilengkapi CCTV sebagai Sistem Keamanan.
                                       
Harapanku semoga seluruh masyarakat baik ketika masih uji coba LRT Jakarta maupun nanti sudah dikenakan tarif agar dapat menjaga fasilitas dengan baik, budidayakan mengantri, dan bertoleransi sesama penumpang. 

Akhir kata, mumpung masih dalam rangka uji coba LRT Jakarta, kenapa kamu tidak manfaatkan kesempatan ini loh sebelum dikenakan tarif yang saat ini masih menunggu keputusan mengenai perhitungan berapa akan dikenakan tarif normalnya. 

So, senang kan Jakarta sudah bertambah lagi transportasi publiknya. Semoga selanjutnya di Jakarta tidak akan ada lagi kemacetan. 

Teman-teman, selamat mencoba LRT Jakarta ya.



2 comments:

  1. Di Palembang, LRT-nya ramai terus xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti sukses donk LRT sebagai transportasi publik di Palembang hehe, aku belum pernah nih ke Palembang hihihi..

      Delete

Peralatan Tempur Wajib Dibawa Saat "New Normal" Akibat Corona

Corona atau covid-19 yang sudah dinyatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pandemi telah membuat perubahan drastis terutama d...