Monday, 12 August 2019

Mama Perlu Lakukan Hal Berikut Agar Anak Tidak Susah Tidur


Masalah anak yang kesulitan tidur merupakan hal yang lumrah dan selalu menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua. Jelas saja, jika anak kedapatan susah tidur pastinya orang tua juga akan terganggu aktivitasnya. Selain itu, ancaman munculnya lingkaran hitam pada sekitar mata akibat kurang waktu tidur juga mungkin tidak dapat dielakkan karena buah hati tidak tidur tepat waktu.

Alasan anak susah tidur sebenarnya ada banyak sekali, misalnya karena memang anaknya masih baru lahir sehingga memiliki waktu bangun dan tidur yang masih acak, lapar, terbiasa diayun, terlalu lelah, dan lain sebagainya. Untuk itu, berikut adalah Enam hal penting yang bisa menjadi pedoman untuk para mama agar anaknya tidak lagi mengalami kesulitan tidur.

1. Biasakan Anak Tidur Siang
Anak-anak terutama batita yang kurang tidur siang pada kenyataannya cenderung akan mengalami kesulitan tidur pada malam hari. Pada umumnya, bayi memerlukan tidur siang sekitar dua sampai tiga kali sedangkan batita cukup sekali dalam sehari.

Oleh karena itu, hingga usianya 5 tahun sebaiknya si kecil dibiasakan untuk tidur siang tak lama setelah usai menyantap makan siang. Atau jika si kecil sudah terlihat lelah, ngambek, dan ngantuk, biarkan ia tidur kapan saja ia mau demi mengistirahatkan tubuhnya.

2. Memastikan Kondisi Perut Anak Sebelum Tidur
Sama halnya dengan bayi yang akan mudah tertidur pulas jika ia merasa kenyang setelah menyusu. Ternyata hal ini tidak hanya berlaku pada bayi, batita pun juga harus dalam keadaan sudah kenyang minimal satu jam sebelum waktu tidurnya.

Selain memastikan anaknya makan dan minum terlebih dahulu sebelum tidur agar tidak kelaparan, jangan pula menidurkan anak ketika perut masih terasa sangat penuh. Jadi, kondisi perut anak yang terlalu lapar atau terlalu kenyang ternyata malah bisa membuat si kecil gelisah ketika tidur. Cara mengantisipasinya, lebih baik jika mama berikan si kecil makan dan minum sekitar satu sampai tiga jam sebelum tidur. Bila perlu cukupkan kebutuhan susunya juga, ya.

3. Jangan Biarkan Anak Terlalu Lelah Bermain
Anak bermain memang tidak boleh dilarang apalagi kegiatan ini adalah dasar untuk otaknya berkembang. Tapi, alangkah baiknya ketika sudah mendekati waktu tidur, kurangi permainan yang dapat membuat anak terlalu lelah karena ternyata bisa membuatnya kesulitan tidur. Misalnya badannya jadi terasa pegal atau rewel karena ada salah satu anggota tubuhnya yang lebam.

4. Agendakan Rutinitas Tidur
Sebaiknya kegiatan tidur juga diagendakan agar selalu berjalan rutin setiap  harinya. Misalnya tepat sebelum tidur, mama atau ayah beraktivitas bersama anak membaca cerita dongeng dari buku favoritnya. Hal ini sangat membantu buah hatinya untuk mengetahui jam tidurnya yaitu sesaat setelah dongeng selesai diceritakan maka dia perlu siap-siap tidur.

Selain itu, bisa juga dengan agendakan tidur malam hari setelah selesai berendam air hangat. Jadi, mama bisa langsung antarkan buah hati menuju kamar tidurnya sesaat setelah anaknya selesai mandi air hangat. Selain badan akan terasa rileks, anaknya pun akan segera rutin rebahan di tempat tidur tanpa mengulur-ulur waktu untuk melakukan kegiatan lainnya.

5. Variasikan Kebiasaan Anak Ketika Tidur
Ada beberapa anak yang memiliki kebiasaan ketika tidur. Misalnya, dia akan tidur ketika ada boneka yang dipegangnya, baru akan beranjak tidur jika sudah meminum sebotol susu, tidak bisa tidur jika tidak ada orang tua yang tidur menemaninya dan lain sebagainya. Hal ini tentu akan bermasalah ketika kebiasaan tersebut malah membuatnya kecanduan seiring dengan usianya yang bertambah.

Maka dari itu, disarankan para mama untuk memberikan kegiatan yang bervariasi sebelum tidur agar tidak menjadi kebiasaan yang akan selalu dibawa si kecil untuk membantunya tidur. Misalnya jika terbiasa tidur malam setelah minum sebotol susu, maka sesekali bergantian dengan memberikannya ASI atau memberikan susu dengan gelas. Atau jika si kecil terbiasa membawa mainan tertentu di tempat tidurnya agar sewaktu-waktu mama gantikan ke mainan lain. Jadi, jika mainan favoritnya sedang tidak ada maka si kecil tetap akan bisa tidur lelap.

Baby Sleeping (Foto : Pinterest)

6. Siapkan Aromaterapi
Aromaterapi dipercaya dapat membuat tidur lebih nyenyak bahkan tidak hanya untuk anak-anak melainkan termasuk pula untuk orang dewasa. Hal ini karena wanginya yang lembut dan menenangkan terbukti ampuh menurunkan gelombang otak sehingga tubuh lebih mudah memasuki tahapan tidur yang mendalam. Jenis aromanya bisa disesuaikan dengan kegemaran masing-masing. Ada aroma vanila, lavender, chamomile, dan lain sebagainya yang diharapkan dipilihkan yang tidak beraroma pekat tapi dapat memberikan kesan rileksasi.

Nah, sekarang mama sudah memiliki bayangan bagaimana mengatasi si kecil mengalami susah tidur, bukan ? Semoga informasi ini bermanfaat ya.

No comments:

Post a Comment

Kangen Makan Nasi Kucing Tak Harus ke Yogyakarta atau Solo Lagi, Loh!

Sejarah Nasi Kucing Apakah di antara kalian ada yang belum pernah makan nasi kucing? Nasi kucing adalah makanan berupa nasi lauk yang pad...