Wednesday, 23 January 2019

#AksiFlashBunda Dengan Thromboflash, Lebam Hilang Bunda Tenang

Keluarga mana yang tidak senang jika memiliki anak-anak yang aktif. Senyum riang dan tawa anak-anak yang sedang bermain dengan lincah pasti menjadi pemandangan yang menyenangkan bahkan bisa pula mengobati lelahnya ayah sepulang bekerja. Tapi, baik bermain di dalam ruangan maupun di luar ruangan, pasti ada saja rasa cemas pada bunda bila anaknya sibuk berlari dan lompat-lompatan kesana - kemari tanpa menyadari setiap benturan-benturan kecil yang bisa menimbulkan luka, memar atau lebam. 

Nah, sama halnya denganku yang kebetulan saat ini memiliki seorang anak laki-laki yang masih berusia 3 tahun, panggil saja Vin. Vin terlahir sebagai anak berkebutuhan khusus sedari lahir. Selain menderita kelainan pada otak bagian depan yang juga berdampak minusnya kedua penglihatannya, Vin juga mengalami gangguan pada saraf sensorik dan motoriknya. Oleh karena itu, sejak usianya sekitar 1 tahun, Vin sudah rutin melakukan beragam terapi seperti fisioterapi, terapi wicara, dan juga terapi sensori integrasi di rumah sakit terdekat atau terkadang aku panggilkan pula seorang fisioterapis ke rumah jika anaknya tidak memungkinkan untuk keluar rumah. Sejak rutin terapi, Vin pun mengalami banyak sekali kemajuan pada tumbuh kembangnya seperti yang semula hanya diam di tempat atau hanya bisa dalam keadaan tidur, sekarang Vin sudah berkembang bisa berpindah tempat dengan berguling maupun bergerak sendiri ke posisi duduk.   

Dengan kemajuan tumbuh kembang Vin inilah, aku selain sangat senang ternyata juga sangat khawatir dengan apa yang sedang dilakukannya sehari-hari. Vin sekarang-sekarang ini sudah sering bermain keluar dari jalur matras fisioterapinya di rumah. Jika aku meninggalkannya dalam hitungan menit saja untuk menyelesaikan pekerjaan rumah, tak jarang tiba-tiba terdengar suara benturan atau tangisan Vin. Tak heran jika beberapa saat kemudian lebam pun terlihat di salah satu bagian tubuhnya. Jika Vin sudah mengalami lebam, aku pun berusaha untuk tetap tenang dan tidak serta-merta melarangnya untuk terus aktif karena selalu siap sedia kotak P3K di rumah. 

Dahi Vin yang lebam merah setelah terbentur meja makan

Bagaimana Ciri Lebam ? 

Sebelum berlanjut ke cara pengobatan serta obat apa yang terbaik untuk mengatasi lebam, aku mau memberikan sedikit informasi mengenai lebam. Lebam atau bisa juga disebut memar adalah pembuluh darah kapiler yang pecah akibat suatu benturan dan letaknya tepat berada di bawah kulit. Saat pembuluh darah tersebut pecah, maka darah menyebar ke jaringan sekitarnya sehingga dapat menimbulkan rasa nyeri dan perubahan warna kulit.

Warna lebam pun berbeda-beda dari masa ke masa. Sesaat setelah terjadi benturan, warna lebam akan tampak merah yang jika disentuh akan terasa nyeri atau sedikit bengkak. Setelah 1-2 hari, lebam yang berwarna merah akan berangsur menjadi kebiruan atau ungu gelap karena kurangnya asupan oksigen serta adanya pembengkakan di sekitar lebam. Memasuki hari ke-6, warna lebam berangsur berganti menjadi pucat kehijauan pertanda hemoglobin dalam darah mulai terurai dan menjadikan proses kesembuhan semakin dekat. Setelah seminggu, warna lebam akan berubah menjadi kuning kecoklatan atau kuning pucat sebagai tahap akhir proses kesembuhan hingga lebam tersebut hilang. Selanjutnya warna lebam akhirnya akan kembali ke warna asli kulit. 

Cara Cepat Hilangkan Lebam

Jadi, lebam bisa terjadi ke siapa saja bukan hanya pada anak-anak. Aku selaku bundanya Vin pun pernah lebam juga akibat terbentur pintu lemari pakaian. Oleh karena itu, salah satu isi dari kotak P3K di rumah sangatlah penting jika menyediakan Thromboflash.  

Bunda Vin yang lebam kuning pucat akibat terbentur lemari pakaian

Thromboflash adalah obat luar berbentuk gel yang dapat membantu mengobati luka dalam, lebam, atau memar karena bahan aktifnya adalah Heparin Sodium 200 IU. Fungsinya adalah membantu memperlancar peredaran darah, melarutkan gumpalan darah di bawah permukaan kulit (hermatoma), sehingga luka lebam dapat segera sembuh.

Seringkali timbul rasa cemas jika masih menggunakan obat yang tidak aman bagi anak. Namun aku langsung bisa tenang karena sudah mendapati adanya logo halal serta tertera nomor POM pada kemasan Thromboflash, sehingga dapat melindungi konsumen karena penggunaan bahan-bahan yang terbukti baik. Aku lalu memperoleh informasi mengenai Heparin yang ternyata berasal dari 2 sumber yang diekstrak dari mucosa hewan, yakni porcine yang berasal dari mucosa babi atau bisa juga bovine yang berasal dari mucosa sapi. Syukurlah Thromboflash menggunakan Heparin yang menggunakan ekstrak mucosa sapi (bovine), tak heran telah bersertifikasi halal dari MUI sehingga aman dan nyaman. 

Selain kemasannya yang minimalis, penggunaan Thromboflash pun sangat praktis. Cukup mengoleskannya ke lebam atau memarnya saja sampai benar-benar sembuh, tanpa adanya rasa lengket dan juga tanpa warna (bening). Sebagai tambahan, dilarang mengaplikasikannya ke luka terbuka, ya. Pemakaiannya rutin sebanyak 2-3 kali dalam sehari bahkan bisa mempercepat kesembuhan luka lebamnya. 

Thromboflash, sahabat keluarga untuk luka dalam/memar/lebam


"Gak Takut Lebam Lagi"

Thromboflash untuk luka dalam/memar /lebam benar-benar sahabat keluarga terbaikku karena berguna sekali terutama mendukung perkembangan anak agar tetap aktif bermain dan belajar. Oh iya, Thromboflash memiliki 2 kemasan dengan harga yang cukup terjangkau. Ada kemasan 10 gram yang dapat dibeli dengan harga 28 ribu rupiah saja, sedangkan kemasan 20 gram harganya 40 ribu rupiah. Dikarenakan bentuknya yang simpel dan harganya yang ramah kantong ini menjadikan Thromboflash  wajib ada di kotak P3K, selain itu juga mudah dibawa kemana-mana apalagi saat hendak bepergian dengan mengajak si buah hati. Makanya, berkat #AksiFlashBunda dengan Thromboflash, lebam hilang bunda pun tenang. Yuk, ayah bunda ikutan sedia Thromboflash di rumah supaya "gak takut lebam lagi, deh".








No comments:

Post a comment

Peralatan Tempur Wajib Dibawa Saat "New Normal" Akibat Corona

Corona atau covid-19 yang sudah dinyatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pandemi telah membuat perubahan drastis terutama d...