Thursday, 11 June 2020

Peralatan Tempur Wajib Dibawa Saat "New Normal" Akibat Corona

Corona atau covid-19 yang sudah dinyatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pandemi telah membuat perubahan drastis terutama di negara Indonesia semenjak Flu Spanyol pada tahun 1918. 

Setelah adanya konfirmasi bahwa ada dua orang warga di Indonesia (WNI) mengalami positif corona pada awal Maret 2020 sebagai kasus pertamanya yang diketahui ditularkan oleh warga dari Jepang, pemerintah Indonesia semakin ketat mendekteksi siapa saja yang mengalami gejala yang sama. Gejala-gejala orang yang telah tertular virus corona biasanya bisa terlihat setelah sekitar 11-14 hari terpapar virus corona. Misalnya saja akan mudah lelah, flu, demam, atau badan yang pegal-pegal. 

Sayangnya, ternyata virus corona bisa tertular dari orang-orang yang sebenarnya telah positif corona namun tidak memiliki gejala berarti atau terlihat sangat  bugar. Biasanya orang-orang tanpa gejala ini lebih banyak dialami mereka yang berusia belasan tahun hingga tiga puluhan tahun. Setelah dimulainya rapid test, belum ada sebulan setelah konfirmasi kasus pertama corona di Indonesia tersebut menyebabkan lonjakan pasien kasus terpapar corona mulai meningkat. Pemerintah Indonesia akhirnya memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada pertengahan Maret 2020 terutama di kota-kota yang memiliki banyak kasus corona seperti Jabodetabek.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bahkan semakin diberlakukan di beberapa daerah selain Jabodetabek hingga mengalami perpanjangan waktu tak menentu karena harus benar-benar didapati informasi telah terjadi penurunan kasus atau berkurang pasien yang terpapar virus corona secara signifikan. PSBB inilah yang membuat adanya perubahan baru seperti sekolah yang mewajibkan murid-muridnya belajar dari rumah, perkantoran yang mewajibkan pekerjanya bekerja dari rumah, serta pusat hiburan contohnya mal dan tempat wisata harus ditutup. 

Hanya ada beberapa instansi yang diperbolehkan tetap beroperasi selama pemberlakukan PSBB. Contohnya TNI/POLRI, toko dan supermarket yang berkaitan dengan sembako, media cetak maupun telekomunikasi, pom bensin, bank, asuransi, Bursa Efek Jakarta (BEJ), ekspedisi atau jasa pengiriman barang, serta layanan keamanan yang tentunya dengan kewajiban mutlak. Seperti pembatasan jumlah pekerja, tetap menggunakan masker, rajin mencuci tangan, taat jaga jarak sekitar 1-2 meter satu sama lainnya, dan lain sebagainya agar situasi tetap aman dari ancaman virus corona.  

Dengan diterapkan PSBB, tak hanya warga di Indonesia melainkan seluruh warga di negara-negara yang terdampak corona mengalami krisis pemasukan dana akibat tak sedikit dari mereka yang berakhir dirumahkan atau mendadak menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh banyak perusahaan tertentu terutama Usaha Kecil dan Menengah (UKM). 

Syukurlah per awal Juni 2020, salah satu wilayah yang semula orang-orang yang dinyatakan positif corona dinyatakan terbanyak yakni di Jakarta, akhirnya mulai diberlakukan masa transisi. Maksudnya, aktivitas para pekerja yang semula wajib dilakukan dari rumah perlahan sudah mulai diberi kelonggaran dengan bisa dilakukan di kantor secara bertahap tergantung lokasi sebelum tatanan hidup normal atau lebih sering disebut fase new normal. Dengan berkurangnya jumlah orang-orang yang terindikasi positif corona dan bertambahnya jumlah pasien yang sembuh, sektor perekonomian sedikit demi sedikit mulai diperbaiki.

Tentu saja sekolah tetap mewajibkan murid-muridnya belajar di rumah di masa trasisi ini bahkan belum diketahui akan berakhir hingga kapan. Intinya, sebagian besar sektor usaha sudah bisa dibuka secara bergiliran mulai dari perkantoran, toko, mal, hingga taman-taman hiburan tapi dengan catatan anak-anak serta orang lanjut usia masih tetap tidak diizinkan keluar rumah hingga situasi sudah kondusif. Selain itu, orang-orang yang bertempat tinggal di zona merah alias wilayah yang salah satu warganya pernah memiliki kasus positif corona tetap wajib dikarantina untuk sementara waktu minimal selama 14 hari. 

Nah, demi masa transisi yang sukses menuju new normal itu sebenarnya cukup menyenangkan tapi pada kenyataannya ternyata tidak gampang. Alasannya, jika orang-orang yang reaktif dan berpredikat positif corona kembali ditemukan dalam jumlah banyak maka new normal bisa saja hanya angan semata. Akan sangat mungkin transisi menuju new normal malah ditunda dan akan diberlakukan kembali aturan PSBB. Maka dari itu, pada situasi pandemi dan belum terciptanya vaksin corona menandakan masa transisi menuju new normal tidak boleh asal-asalan dan tetap perlu diterapkan secara berhati-hati demi kelangsungan perbaikan bidang perekonomian yang sempat jatuh.

Oleh karena itu, selain diiringi dengan doa, berikut adalah peralatan tempur yang wajib tersedia di tas setiap individu yang hendak beraktivitas di luar rumah menghadapi pandemi corona.

1. Masker
Masker akan menjadi aksesoris baru yang wajib dipakai saat keluar rumah. Tidak lagi hanya yang sedang sakit melainkan seluruh masyarakat yang beraktivitas selain di rumah diwajibkan mengenakan masker. Masker pun sudah sangat bervariasi bisa masker medis atau sekali pakai maupun masker kain yang lebih reusable.

Penggunaan masker juga harus tetap mengikuti petunjuk dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) maupun para ahli medis. Misalnya masker harus dalam keadaan bersih, tidak sering dipegang oleh tangan apalagi yang masih sering lupa mencuci tangan, harus dua lapis dan sebagainya. Kamu bisa klik link ini untuk informasi seputar cara penggunaan masker yang tepat.  Sebagai tambahan, siapkan juga masker cadangan di tasmu minimal satu buah agar bisa diganti sesegera mungkin jika masker yang kamu sudah kamu kenakan sudah kotor atau tidak layak pakai lagi.

2. Jaket
Jika bepergian, ada baiknya kenakan jaket atau jas hujan. Jadi paparan virus corona langsung ke badan lebih bisa diminimalisir. Cucilah jaket atau jas hujan tersebut sesampainya di rumah.

3. Sabun Cair
Sangat dianjurkan bagi setiap orang agar rajin mencuci tangan setiap kali menyentuh barang-barang terutama di tempat umum. Jika kamu mendapati wastafel umum tidak menyediakan atau kehabisan sabun pencuci tangan, maka kamu bisa bawa botol sabun cair sendiri di tas sebagai antisipasinya.

4. Hand Sanitizer
Mungkin ada saja pekerja lapangan yang sulit menemukan wastafel umum, atau bisa saja ketika berada di ruang publik memang harus menyentuh barang-barang yang sering dipegang dan mudah terpapar virus seperti gagang pintu, pegangan tangga, tombol lift, dan sebagainya sehingga tidak sempat cuci tangan secara langsung.

Hand sanitizer (www.cnn.com)

Maka kamu wajib membawa hand sanitizer dengan kandungan alkohol yang mencukupi agar kuman maupun virus bisa segera hilang tanpa bantuan air dan sabun. Pilihan hand sanitizer saat ini sudah cukup banyak, kamu tinggal pilih yang sesuai dengan jenis kulitmu serta cari dengan harga yang pantas.

5. Helm 
Bagi kamu yang terbiasa menggunakan angkutan berbasis daring seperti ojek, tak ada salahnya jika kamu membawa helm milik pribadi demi mengantisipasi tidak adanya perputaran virus corona yang mungkin saja terjadi akibat berganti-ganti mengenakan helm milik pengendara ojek dengan para penumpang. 

6. Disinfektan 
Beragam upaya agar kebersihkan tempat-tempat umum terus diterapkan tidak hanya oleh pemerintah melainkan kesadaran warga masing-masing. Bahkan menyemprotkan cairan disinfektan menjadi hal yang wajib dilakukan rutin selain menjaga jarak untuk memerangi virus corona.

Tidak ada salahnya kamu menyediakan semprotan berisi cairan disinfektan di tasmu juga. Kamu bisa membelinya secara langsung atau membuatnya sendiri yang bisa kamu baca setelah klik link ini. Pembuatan cairan disinfektan cukup mudah asalkan bahannya tersedia secara komplit dengan takaran yang tepat. 
 
7. Tisu
Aktivitasmu yang sering berpindah-pindah tempat mungkin saja bisa lebih riskan dengan meja dan tempat duduk yang dipakai dengan orang banyak. Sediakan tisu baik tisu kering maupun tisu basah untuk membersihkan tempat duduk atau mejamu jika merasa kurang steril. Pakai cairan disinfektan terlebih dulu jika diperlukan. Setelah itu, buang tisu tersebut pada tempat sampah tertutup sesegera mungkin. 

8. Alat Makan 
Tempat-tempat makan yang sudah diperbolehkan untuk beroperasi biasanya baru bisa menerima pelanggan untuk makan di tempat dengan persyaratan ketat. Jika mau simpel, kamu bisa membawa bekal dari rumah saja atau jika memang ingin membelinya dari restoran, usahakan untuk membungkusnya dan makan di tempat yang jauh dari keramaian. Ganti alat makan plastik dari restoran tersebut dengan alat makan milik pribadi. Jika memungkinan, hangatkan kembali masakannya sebelum kamu santap. 

Alat Makan (www.klikdokter.com)

9. Botol Minum 
Tidak hanya alat makan saja, demi tetap minum air mineral sesuai kebutuhan per harinya, ada baiknya sediakan botol minuman berisi air mineral sendiri dari rumah. Botol minum tersebut bisa diisi kembali jika tempat kerjamu menyediakan air galon.

Jika tidak ada, kamu bisa beli air minum merek apa saja dari supermarket terdekat dan tuang kembali di botol minum sendiri agar lebih aman dan nyaman dibawa-bawa.

10. Alat Ibadah
Jika biasanya kamu beribadah dengan menggunakan alat ibadah umum, selama pandemi corona masih belum dapat diatasi tentunya akan lebih baik jika kamu membawa alat ibadah sendiri berupa sajadah, sarung, maupun mukena. Sehingga ibadahmu dapat dilakukan secara khusu' dan tidak perlu khawatir dengan perputaran virus corona dari alat-alat ibadah yang dipakai secara umum.

11. Alat Bantu Buka Pintu
Alat bantu buka pintu ini terbilang baru tercipta demi mengatasi kekhawatiranmu pada beberapa lokasi barang yang sering disentuh secara bergantian dengan orang-orang yang tidak dikenal terutama di masa pendemi corona. Misalnya bisa digunakan untuk membuka gagang pintu maupun menekan tombol lift. Kamu bisa membeli alat bantu ini di beberapa marketplace dengan harga yang cukup terjangkau. 

Alat Bantu Buka Pintu (www.tokopedia.com)


12. Kantong Belanja
Selain demi mengurangi sampah plastik, membawa kantong belanjaan atau totebag juga diyakini sangat membantu mengurangi penularan virus corona. Kamu tidak perlu khawatir lagi jika plastik dari toko mungkin saja sudah terpapar virus karena sudah dipegang-pegang orang lain. Sebaiknya cuci kantong belanjaanmu setiap habis dipakai, dan juga semprotkan cairan disinfektan pula pada barang belanjaannya.

Nah, jika sudah komplit peralatan tempurmu dalam memerangi virus corona, maka tidak perlu khawatir lagi ya menyambut new normal asalkan kamu tetap mematuhi aturan yang sudah diinformasikan oleh pemerintah setempat dan tetap menjauhi zona-zona terlarang.

Selamat beraktivitas, semoga virus corona ini segera berakhir tidak hanya di Indonesia melainkan di seluruh dunia. Semangat!

 




 

No comments:

Post a comment

Peralatan Tempur Wajib Dibawa Saat "New Normal" Akibat Corona

Corona atau covid-19 yang sudah dinyatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pandemi telah membuat perubahan drastis terutama d...