Tuesday, 14 January 2020

Kangen Makan Nasi Kucing Tak Harus ke Yogyakarta atau Solo Lagi, Loh!

Sejarah Nasi Kucing
Apakah di antara kalian ada yang belum pernah makan nasi kucing? Nasi kucing adalah makanan berupa nasi lauk yang pada mulanya terkenal dan banyak hadir di daerah Yogyakarta dan Solo. Tapi seiring perputaran waktu, nasi kucing sudah bisa kamu temukan di berbagai kota di pulau Jawa, termasuk juga di Jakarta.

Alasan dinamakan nasi kucing karena nasi yang dibungkus pada lembaran daun pisang serta kertas coklat atau kertas koran tersebut memiliki porsi yang sangat sedikit dari seharusnya. Porsi nasinya cukup pantas menjadi makanan yang diberikan ke kucing liar atau kucing peliharaan. Apalagi di dalam bungkusan nasi kucing tersebut biasanya sudah terdapat lauk ala kadarnya seperti tempe/tahu orek atau ikan teri.

Nah, nasi kucing di daerah Yogyakarta malah bisa disebut juga dengan nasi angkringan. Hal ini dapat dikatakan karena rata-rata pengunjung warung makanan ini adalah rakyat biasa atau para mahasiswa yang dapat mengangringkan kakinya atau sebut saja 'nangkring', mengangkat satu kakinya ketika duduk di kursi.

Nasi kucing memiliki daya tarik tersendiri karena dapat membuat penasaran tak hanya bagi warga lokal melainkan juga para wisatawan mancanegara. Makanya nasi kucing berangsur-angsur populer dan bukan lagi menjadi makanan rakyat biasa atau dulunya lebih cocok dimakan oleh orang-orang yang serba kekurangan.

Dengan semakin populer dan terangkat derajatnya, para penjual nasi kucing akhirnya mulai berinovasi membuat variasi lauk yang dapat disesuaikan selera para pengunjung. Harga lauk-pauk tersebut beragam dan tentu saja tidak perlu merogoh dana banyak.

Nasi Kucing Sudah Ada di Jakarta
Saat kangen ingin makan nasi kucing, kamu tidak perlu repot harus mudik atau melancong ke daerah-daerah di pulau Jawa terlebih dahulu. Contohnya aku yang dulu sempat menyelesaikan kuliah di Yogyakarta dan cukup sering makan nasi kucing, terkadang ingin sesekali bisa makan nasi kucing kembali.

Sekarang, bukan rahasia umum jika nasi kucing sudah bisa dengan mudah kamu jumpai di beberapa spot tertentu di Jakarta. Bahkan tak jauh dari daerah tempat tinggalku yakni di daerah Rawamangun, Jakarta Timur, telah kujumpai warung makanan seperti warung angkringan di Yogyakarta karena memang menyediakan nasi kucing tersebut. Menu nasi kucing dan lauk-pauknya pun tampak sama sehingga dapat mengobati rasa kangenku dalam menikmati nasi kucing saat masih kuliah di Yogyakarta. Nama warung makanan tersebut adalah Sego Kucing HIK Solo.



Sego Kucing HIK Solo tersebut ditunggui penjual yang terdiri dari dua orang pemuda, salah satunya bernama Mas Sodron. Namanya tertera pula pada spanduk warung makanannya. Ada pun pada spanduk warung makanannya tertera "Pejuang Malam" karena memang baru dibuka saat langit sudah gelap sekitar pukul 20.00 atau 21.00 WIB hingga dini hari atau bisa pula menjelang subuh. 

Sego Kucing HIK Solo ini hanya terdiri dari satu gerobak yang di atas mejanya sudah rapi dengan keranjang berisi bungkusan-bungkusan nasi kucing dan lauk-lauknya, kursi panjang di kanan dan kiri gerobak untuk pelanggan yang ingin duduk di kursi, serta beberapa tikar yang sengaja digelar di depan toko-toko yang sudah waktunya tutup dan diperuntukkan bagi pelanggan yang ingin duduk secara lesehan.



Sesuai nama warungnya, Sego Kucing HIK Solo ini menawarkan makanan utama berupa nasi kucing, yaitu nasi yang porsinya minimalis dan terdapat lauk di bagian atasnya seperti tempe orek dan sedikit sambal yang dipisahkan dengan selembar kecil daun pisang. Lauk tambahannya bisa dipilih lagi karena sangat variatif, seperti yang kudapati ada terong sambal balado yang dibungkus daun pisang , tahu dan tempe bacem, serta sate-satean. Ada sate kulit, sosis, nugget, usus, paru, keong, kikil, telur puyuh, dan lain sebagainya. Sedangkan minuman yang paling banyak dipesan adalah es teh manis walaupun ada pula es jeruk, es teh jahe, dan es susu jahe. Jika kamu ingin minumannya dihidangkan hangat juga tidak masalah.    



Harga makanan dan minuman di Sego Kucing HIK Solo ini cukup ringan karena hanya berkisar 1.500 hingga 5.000 rupiah saja per satuannya. Jadi, jika kamu hanya membawa sekitar 15.000 rupiah, pastinya perutmu sudah lumayan kenyang hingga pagi hari. Hemat sekali, bukan?.




Apakah kamu tertarik makan nasi kucing di Jakarta? Coba mampir saja ke Sego Kucing HIK Solo ini yang terletak di pinggir jalan Balap Sepeda daerah Rawamangun, Jakarta Timur. Tapi jangan khawatir jika kamu ingin mencoba tapi tidak sempat ke sana karena kamu juga bisa lakukan pemesanan dari rumah melalui WhatsApp yang kontaknya dicantumkan di spanduknya. 







No comments:

Post a comment

Peralatan Tempur Wajib Dibawa Saat "New Normal" Akibat Corona

Corona atau covid-19 yang sudah dinyatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pandemi telah membuat perubahan drastis terutama d...